Sabtu, 17 Juni 2017

Syeikh kita Muhammad al-Amin Ash-Shinqiti yang meninggal pada tanggal 17/12/1393H rahimahullah hanya mencukupi kebutuhan dirinya di dunia dengan kadar yang sedikit sekali, dan dahulu (ketika ia masih hidup) aku mengenalnya dan dia tidak bisa membedakan nilai mata uang (dalam jenis mata uang yang sama). Dia rahimahullahu pernah sekali berkata kepadaku: "Aku berasal dari negaraku (Shinqit [Mauritania]) bersama dengan harta (ilmu) yang jarang dimiliki oleh orang lain, dan itu adalah kepuasan untukku, jika aku menginginkan status yang tinggi (di dunia), aku pasti tahu cara mencapainya, tapi aku lebih memilih untuk tidak menukar kehidupan akhirat dengan dunia, dan aku tidak mengajarkan ilmu untuk mencapai keinginan duniawi."

Syeikh Bakr Abu Zayd

Sumber: Adab dari Menuntut Ilmu. Diterjemahkan oleh Abu ‘Abdillah Murad ibn Hilmi Ash-Shuweikh, dan dipublikasikan oleh Al-Hidaayah.


The Zuhd of Shaykh Muhammad al-Ameen ash-Shinqeetee

Our Shaykh Muhammad al-Ameen ash-Shinqeetee who died on 17/12/1393H, rahimahullah, took very little from this worldly life, and I used to see him and he could not differentiate between the values of different [notes within the same] currency, and he once said to me: “I came from my country (Shinqeet [Mauritania]) and with me is a treasure that is seldom found in the possession of anyone, and it is contentment, and if I wanted high status, I would have known the way to achieve it, but I chose not to exchange this worldly life for the hereafter, and I do not give my knowledge to attain worldly desires.”

Shaykh Bakr Abu Zayd

Source: The Etiquette of Seeking Knowledge. Translated by Abu ‘Abdillah Murad ibn Hilmi Ash-Shuweikh, and published by Al-Hidaayah.

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts