Selasa, 07 Maret 2017

Strategi Musyrikin Membubarkan Pengajian Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam
✍ Amir As-Soronji, Lc, M.Pd.l
Kaum musyrikin benar-benar berupaya membuat kekacauan dan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat, bahkan mereka mengusir manusia setiap kali melihat Nabi Shalallahu alaihi wassallam bersiap-siap menyampaikan dakwah kepada Allah. Mereka tidak memberikan kesempatan sedikitpun kepada beliau untuk menjelaskan apa yang beliau dakwahkan. Sungguh mereka bahu-membahu untuk melakukan itu semua. Allah berfirman:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَٰذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ
"Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Al Quran ini dan buatlah gaduh padanya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka". (Q.S Fushshilat: 26)
An-Nadhar bin al-Harits (salah seorang musyrikin) pergi ke Hirah dan Syam untuk mempelajari cerita-cerita rakyat. Mereka bercerita tentang para raja dan pemimpin mereka, seperti Rustam dan Isfandiar. Tatkala ia (An-Nadhar bin al-Harits) kembali, mulailah ia mengadakan berbagai pertemuan dan majelis. Ia menceritakan kisah-kisah untuk memalingkan manusia dari dakwah Nabi Shalallahu alaihi wassallam Jika ia mendengar Nabi membuat majelis untuk mengingatkan tentang Allah, maka ia langsung mengeser Nabi dari majelis tersebut dan menyampaikan kisah-kisah kepada orang-orang yang hadir ketika itu.
Bahkan ia menempuh cara yang lain yaitu membeli seorang budak wanita yang pandai menyanyi, lalu ia bawa budak itu kepada orang-orang yang tertarik masuk Islam. Kemudian ia mengatakan: "(Wahai budak wanita) berilah ia hidangan, berilah ia minuman dan hiburlah ia dengan nyanyian. Ini semua lebih baik dari apa yang didakwahkan oleh Muhamad. Lalu turunlah ayat:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ
"Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan." (Q.S Luqman: 6)
(Lihat: Raudhah al-Anwar fi Sirah an-Nabi al-Mukhtar, hal. 29-30, karya As-Syaikh Shafiyyur-Rahman al-Mubarakfury)

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts