Selasa, 07 Maret 2017

Berhati-hatilah dalam memilih guru…
Ustadz Risytiyan Putradianto حفظه الله تعالىٰ berkata,
“Kalau da'i sudah menyesatkan, maka ia lebih berbahaya daripada penguasa zhalim.
Diriwayatkan dari Sallam bin Abi Muthi’ رحمه الله تعالىٰ berkata,
“لأن ألقى الله بصحيفة الحجاج أحب إلي أن ألقاه بصحيفة عمرو بن عبيد”
“Sekiranya aku bertemu Allah سبحانه و تعالىٰ dengan catatan amalnya Al Hajjaj (pemimpin muslim yang sangat zhalim) maka itu lebih aku sukai daripada bertemu dengan-Nya dengan membawa catatan amal ‘Amr bin ‘Ubaid ('ulamaa sesat dengan bid'ahnya).”
(As Siyar A'lam an-Nubala’, VII/428)
Syaikh 'Abdul Malik Al Jazairi حفظه الله تعالىٰ dalam daurah di Turki kemarin membawakan perkataan Sallam bin Abi Muthi’ رحمه الله تعالىٰ untuk membantah perkataan Khariji (Khawarij) yang mengatakan :
“Engkau Khawarij terhadap para da'i dan Murji'ah terhadap penguasa.”
Hanya saja redaksi riwayatnya sedikit berbeda, dan ada tambahan :
لأنَّ الحجاج قتل الناس على الدنيا، وعمرو بن عبيد أحدث بدعة شنعاء قتل الناس بعضهم بعضاً
“Karena Al Hajjaj membunuh manusia untuk kepentingan dunia, sedangkan 'Amr bin 'Ubaid menciptakan bid'ah yang amat buruk yang menyebabkan manusia saling membunuh satu sama lain.”
Yaitu bid'ah sekte Mu'tazilah.
Ternyata Al Hajjaj yang kejam dan bengis itu masih mending daripada 'Amr bin 'Ubaid yang bagus adabnya dan cerdas otaknya, sampai-sampai al-Hasan Al-Bashri رحمه الله تعالىٰ mengatakan tentangnya :
هذا سيد شباب أهل البصرة إن لم يحدِث
“Orang ini adalah sayyid para pemuda di Bashrah, seandainya ia tidak membuat-buat bid'ah.”
Maka, setelah membaca ini, ada yang masih meremehkan pentingnya belajar 'aqidah yang benar dari 'ulamaa yang lurus?
Masih menggampangkan berguru pada siapa saja yang penting terlihat berilmu dan santun, tanpa peduli apakah 'aqidahnya lurus atau tidak?
______________________________________
Komentar saya (Abu 'Aisyah Aziz Arief) :
Dari kisah para 'ulamaa Salaf dahulu hendaknya kita mengambil pelajaran khususnya dalam masalah ini bahwasanya kita tidak bermudah-mudahan mengambil 'ilmu yang tidak atau belum jelas 'aqidah dan manhajnya karena dapat membahayakan diri dan agama kita.
Maka, sangat wajar jika Rasulullah ﷺ sangat mewanti-wanti dari sosok 'ulamaa su'u (sesat) yang mengajak kepada syirik dan bid'ah yang itu akan membawa pelakunya kepada Neraka Jahannam.
Dari Hudzaifah bin al-Yamaan رضي الله تعالىٰ عنه berkata,
“Orang-orang (para Shahabat) bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang (perkara) kebaikan, dan aku bertanya kepada beliau tentang (perkara) kejelekan (keburukan), khawatir kejelekan tersebut menghampiri (menimpaku).”
Aku berkata,
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya dahulu kami berada dalam kejahiliyahan dan kejelekan (keburukan), kemudian Allah mendatangkan kebaikan kepada kami, lalu apakah setelah kebaikan ini ada keburukan?”
Rasulullah ﷺ menjawab,
“Ya.”
Aku bertanya,
“Apakah setelah keburukan tersebut ada kebaikan?”
Beliau ﷺ menjawab,
“Ya, tapi di dalamnya ada asap (kekeruhan).”
Aku bertanya,
“Apa kekeruhan itu?”
Beliau ﷺ menjawab,
“Suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku (berbuat bid'ah), dan memberi petunjuk bukan dengan petunjukku. Engkau mengetahui mereka dan engkau mengingkarinya.”
Lalu aku bertanya,
“Apakah setelah kebaikan tersebut ada keburukan?”
Beliau ﷺ menjawab,
“Ya, akan muncul para da'i-da'i ('ulamaa penyeru) yang menyeru ke Neraka Jahannam, siapa yang menjawab (mengikuti) seruan (ajakannya) maka mereka akan melemparkan orang itu ke dalamnya.”
Aku bertanya,
“Wahai Rasulullah, terangkan ciri-ciri (sifat-sifat) mereka kepada kami.”
Beliau ﷺ menjawab,
“Ya (mereka adalah) suatu kaum yang kulit mereka sama dengan kulit (kaum kita) dan mereka berbicara dengan bahasa kita.”
Aku bertanya,
“Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepadaku jika aku menjumpai hal itu?”
Beliau ﷺ menjawab,
“Engkau harus tetap komitmen (istiqomah) terhadap jama'ah kaum muslimin dan imam mereka.”
Lalu aku berkata lagi,
“Bagaimana jika tidak ada jama'ah kaum muslimin dan imam?”
Beliau ﷺ bersabda,
“Maka jauhilah (berlepaslah) dari semua golongan-golongan tersebut, walaupun engkau harus menggigit akar pohon sampai ajal kematian menjemputmu, dan tetap dalam keadaan seperti itu.”
(Shahiih, HR. Al-Bukhari, VI/615 - 616, no. 3606, 3607, dan XIII/35, no. 7084, Fat-hul Baari, Muslim, XII/235 - 236, no. 1847 [51], Ahmad, V/391, 399, al-Baghowi dalam Syarhus Sunnah, XIV/14, dan Ibnu Majah, no. 2979, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, no. 2739)
Dari Tsauban رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya hal yang paling aku takutkan dari ummatku adalah para 'ulamaa yang menyesatkan.”
(Shahiih, HR. At-Tirmidzi, no. 2229, dan Ahmad, no. 22447)
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah para 'ulamaa yang menyesatkan.”
(Shahiih, HR. Ahmad, no. 27525, Shahiih al-Jaami’, no. 1551)
Semoga kita dihindarkan dari 'ulamaa su'u yang mengajak kepada Neraka Jahannam dengan syirik dan bid'ahnya.
Semoga Allah تبارك و‏تعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.
#Sunnah #Bidah #Manhaj #Ilmu

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts