Selasa, 28 Maret 2017

KENAPA MEMBENCI PEMBERI NASEHAT?
وَلَٰكِن لَّا تُحِبُّونَ ٱلنَّٰصِحِينَ 
“Tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat”. (QS. Al A'raaf: 79)
Kenapa kita tidak suka pada orang yang memberi nasehat..?
Berikut ini beberapa contoh pandangan negatif yang dibisikkan setan kepada kita saat mendengarkan nasehat atau mendapat kritikan dan masukan dari orang lain:
1. Menilai orang tersebut ingin menyaingi kita pada jabatan dan kedudukan yang kita miliki.
2. Berprasangka bahwa orang tersebut ingin mencari-cari kekurangan dan kelemahan kiata untuk menjatuhkan kehormatan kita di hadapan orang banyak.
3. Menuduh orang tersebut sedang mencari simpatisan untuk merebut kekuasaan dan kedudukan yang sedang kita dapatkan.
4. Menilai orang tersebut merasa iri, hasad dan dengki terhadap prestasi yang kita capai.
5. Menganggap orang tersebut suka menyalahkan untuk menjatuhkan popularitas yang kita raih.
6. Menuduh orang tersebut sok pintar, sombong, cari pamor, dan ingin memperlihatkan kepintarannya kepada orang lain untuk menyaingi kehebatan kita.
7. Merasa diri lebih senior, merasa lebih berilmu, ada perasaan ‘ujub dalam diri, merasa lebih baik, lebih tinggi dan lebih sempurna dari orang lain.
Hal inilah yang membuat Iblis enggan sujud kepada Adam ketika diperintahkan Allah:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ قَالَ ءَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا
“Dan (ingatlah tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: “Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?” (Al Israa: 61)
Marilah fokus pada diri….
Sadarilah bahwa diri kita punya sejuta kelemahan…
Janganlah berkata ketika kita mendapat nasehat atau kritikkan dan masukkan dari orang lain kita berprasangka yang bukan-bukan, hal ini akan membuat kita tetap berada dalam jurang kesalahan..!
Kenapa nasehat kita sulit untuk didengar orang lain..?
Mungkin nasehat itu dilatar belakangi oleh hal-hal berikut:
1. Karena diawali ada rasa dengki dan hasad.
2. Karena ada rasa lebih tahu dan kesombongan dalam hati.
3. Karena ada tujuan ingin menjadi terkenal.
4. Karena ingin menjatuhkan kehormatan orang lain.
5. Karena merasa kalah saingan.
6. Karena ingin mencari-cari kekurangan dan kesalahan orang lain.
7. Karena tidak sesuai dengan tuntunan sunnah.
Sebagaimana setan bersumpah dalam godaannya, bahwa ia ingin memberi nasehat, akan tetapi nasehat itu menyesatkan
وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ
Dan syaitan itu bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”,
فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ
Maka syaitan membujuk keduanya dengan tipu daya. (Al A'raaf: 21-22)
Kenapa takut menyampaikan nasehat:
Takut kehilangan kedudukan, kehilangan pekerjaan, kehilangan popularitas, kehilangan jamaah, kehilangan penghasilan, kehilangan posisi, kehilangan teman atau pelanggan, kehilangan jaringan bisnis, atau tidak ingin orang lain lebih baik dari kita seandainya ia diberi masukkan, karena ia teman sendiri ngak enak takut ia tersinggung dengan nasehat kita.
Ustādz DR. Ali Musri Semjan Putra, MA hafidzahullāh

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts