Senin, 06 Februari 2017

Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
“Tidak sempurna iman salah seorang diantara kalian, hingga ia mencintai untuk saudaranya sesuatu yang ia cintai untuk dirinya” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy dan Muslim].
Ketika kita tidak suka berbuat zina, maka sebagai realisasi kesempurnaan iman kita adalah tidak suka orang lain berbuat zina.
Maka, ketika kita merasa riang saat orang lain berbuat zina atau dituduh zina; pertanyakanlah iman kita. Tidak terkecuali seandainya orang itu adalah orang yang kita benci. Jangan tertawa pongah karena merasa mendapatkan bahan untuk menyerang. Sudah semestinya kita merasa sedih karena kemaksiatan terjadi. Hendaklah senantiasa ingat akan peringatan:
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً
“Dan peliharalah dirimu daripada fitnah/musibah yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dhalim saja di antara kamu” [QS. Al Anfal: 25].
Seandainya tak kuasa puasa bicara, maka bicaralah sesuatu yang hanya bermanfaat bagi diri kita.

Ustadz Abul Jauzaa' hafidzahullaah.

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

Popular Posts