Sabtu, 05 Desember 2015

❓PERTANYAAN :
➖Kenapa kaum shufi lebih berpegang dengan dzikir menyebut lafal nama Allâh saja tanpa menyebut sifat² Allâh?
➖Kenapa kaum muslimin tidak mengerjakan dzikir dengan hanya menyebut lafal Allâh saja, namun mereka berdzikir kepada Allah dengan menyebut kalimat tauhid dan sifat² Allâh?
➖Kaum sufi beranggapan bahwa nama Allâh itu sendiri sudah memiliki nilai paling besar, sedangkan kaum muslimin berpendapat bahwa kalimat Lâ ilâha illallâh lah yang memiliki nilai terbesar.

💬 Al-Imam 'Abdul 'Aziz bin Bâz rahimahullâhu menjawab :
🔹Banyak ayat yang mulia dan hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang shahih menunjukkan bahwa ucapan paling baik adalah kalimat tauhid, yaitu Lâ ilâha illallâh.

 🔹Sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam :
الإيمان بضع وسبعون شعبة، فأفضلها قول لا إله إلا الله 
 "Iman itu memiliki cabang lebih dari tujuh puluh, yang paling utama adalah ucapan Lâ Ilâha illallâh."

🔹Nabi Shallallahu 'alaihi wa salam juga bersabda :
 أحب الكلام إلى الله أربع؛ سبحان الله، ولا إله إلا الله، والله أكبر 
"Perkataan yang paling dicintai oleh Allâh itu ada empat : subhânallâhi, alhamdulillâh, Lâ ilâha illallâh dan Allâhu Akbar."

🔹Allâh sendiri telah menyebutkan kalimat ini di pelbagai tempat di dalam kitab-Nya yang mulia. 🔸Diantaranya adalah firman-Nya Subhânahu :
 شهد الله أنه لا إله إلا الله   
 "Allâh mempersaksikan bahwa tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia."
🔸Dan firman-Nya Azza wa Jalla :
 فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك 
 "Ketahuilah, bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allâh, dan mohon ampunlah atas dosamu."

🔹Yang disyariatkan bagi seluruh kaum muslimin adalah berdzikir kepada allah dengan lafal : Lâ Ilâha illallâh, dan ditambah dengan lafal : Subhânallâhi, alhamdulillâh, Allâhu Akbar, dan Lâ haula wa lâ quwwata ill billâh. 

🔹Semuanya ini termasuk perkataan yang baik dan disyariatkan. 

🔹Adapun dzikir nya kaum shufi yang menyebut "Allâh Allâh", atau "Huwa Huwa", maka ini termasuk bid'ah dan tidak boleh mengerjakannya.

🔹Karena tidak dinukil dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan tidak pula dari para sahabat Nabi radhiyallâhu' anhum, sehingga amal tsb adalah bid'ah berdasarkan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam :
 من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد 
Barangsiapa yang beramal (dalam ibadah) dengan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan tsb tertolak. 
 🔸Juga sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :
 من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد 
 Barangsiapa yang mengada²kan sesuatu di dalam urusan kami ini (ibadah) yang tidak ada tuntutannya maka tertolak. (Muttafaq' alaihi) 
 🔸Arti dari sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam : فهو رد yaitu مردود (tertolak), karena itu tdk boleh mengamalkannya dan tidak akan diterima.

🔹Tidaklah diperkenankan bagi orang Islam utk beribadah dengan syariat yang tidak Allâh syariatkan, dg dasar hadits sebelumnya. Dan juga yang semakna adalah firman Allâh Subhanahu yang mengingkari kaum musyrikin :
 أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين ما لم يأذن به الله 
 "Apakah mereka memiliki sekutu² yang membuatkan syariat agama bagi mereka yang tidak diizinkan oleh Allâh." 

🔹Semoga Allâh memberikan taufik-Nya bagi kita semua kepada perkara yang diridhai. Wassalâmu 'alaikum warohmatullâhi wabarokâtuh. 

 📚 Majmû' Fatâwâ Ibnu Bâz VIII/480 
✏️___ @abinyasalma 
#⃣ Channel al-Wasathiyah wal I'tidâl (https://telegram.me/abusalmamuhammad)

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

Popular Posts