Rabu, 18 November 2015

MENJAWAB GAMBARAN BURUK DAN NEGATIF TERHADAP ISLAM oleh orang-orang kafir, yaitu ISLAM mereka IDENTIKKAN DENGAN TERORISME DAN KEKEJAMAN

Asy-Syaikh al-‘Allamah Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Tanya : "Islam sekarang identik dengan terorisme dan kekejaman. Bukankah ini akibat dari perbuatan sebagian dari kaum muslimin sendiri, sehingga memberikan gambaran buruk terhadap Islam. Bagaimanakah cara mengatasi ini?"

Jawab :
“Orang-orang kafir sejak dulu terus memerangi Islam dan memberinya sifat-sifat yang paling jelek, agar orang lari meninggalkan Islam.

{‏يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ‏}‏ ‏[‏التوبة‏:‏ 32‏.‏‏]

"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka. Namun Allah tidak mau kecuali menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir membencinya." (at-Taubah : 32)

Diantaranya, orang-orang kafir memberikan sifat kepada Islam sebagai agama terorisme dan kekejaman.
Mereka lupa, bahwa teror, kekejaman, pembunuhan terhadap sipil, penindasan tanpa alasan yang haq, dan semua sifat tercela itu JUSTRU ADA PADA AGAMA KAFIR dan MERUPAKAN SIFAT ORANG KAFIR.

Adapun sebagian orang Islam, muncul darinya beberapa tindakan yang salah – karena faktor kebodohan (tentang agama) atau karena maksud-maksud yang jelek – maka itu semua tidak bisa dinisbatkan kepada Islam. Karena Islam MELARANG itu semua.

Jalan keluar dari tuduhan jelek terhadap Islam adalah dengan cara dijelaskan bahwa perbuatan orang-orang tersebut bukan dari Islam. Itu hanya tindakan pribadi. Setiap muslim bisa saja salah, tidak ada yang makshum (terjamin dari kesalahan) kecuali Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam.

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=105480

•••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Senin, 16 November 2015

Jika kamu sedang sedih, apapun sebabnya, tentu tak ingin kamu simpan sendiri. Orang yang paling kamu cari adalah yang paling dekat denganmu. Kenapa? Karena yang terdekat adalah yang terfaham terhadap dirimu. Kamu berharap ia memberimu udzur atas kesedihanmu. Orang asing tak memahami. Tapi apa kamu yakin, bahwa orang terdekatmu itu selalu faham 100% maksudmu?

Ternyata tidak selalu.

Begitulah manusia. Iya, begitulah manusia. Tidak semua hal terfahami oleh manusia. Kadang hal mudah sulit difahami. Kadang hal sulit mudah difahami.

Jika kamu tahu bahwa manusia begitu, maka ke mana kamu pergi? Kepada Allah al-Aliim al-Khabiir kamu kembali. Kembalikan pada-Nya. Ceritakan itu pada Allah. Jika itu karena salahmu, akuilah itu salahmu. Jikapun kamu tak mau mengaku, kamu tahu Allah tahu segala detail salahmu. Tiada lagi celah menghindar. Jika itu bukan salahmu, maka ceritakan pada Allah.

Bahkan, ceritakan pada Allah meski kamu tak punya lagi kata yang tersisa...

Mungkin karena terlalu sedih atau memalukan...
Mungkin karena memang kamu tak pandai merangkai kata...

Kekasihmu kadang kecewa kamu tak pandai merangkai kata, tetapi Allah Ta'ala senang dengan taubat hamba-Nya; padahal yang dilakukan hamba bukan cerita, bukan berkisah, bukan bertutur kata, melainkan menangis menangis menangis semata. Melainkan menumpahkan kejujuran kata lewat air mata. Tumpah semua. Di depan Rabbnya bersimpuh. Mengakui itu semua.

Ceritakan pada Allah meski yang bisa kamu berikan hanyalah air mata.

Kadang, tetesan air mata lebih punya makna dibandingkan sekadar kata.

Allah Maha Tahu...jumlatan wa tafshila, global dan terperinci, segala proposalmu. Dia Maha Tahu bait-bait di qalbumu. Kamu ingin apa, Dia Tahu. Kamu benci apa, Dia Tahu. Kamu bersungguh atau berpura-pura, Dia Tahu. Tapi Dia ingin agar kamu bersegera mengangkat tangan berhadapan dengan wajah bernodamu itu. Dia ingin kamu menulis proposal permohonan pada-Nya melalui lisan maupun tangisan. Dia ingin kamu membuktikan cintamu pada-Nya setelah Dia selalu membuktikan bahwa Dia selalu peduli padamu. Dia selalu memperhatikanmu. Dia menyembuhkanmu saat sakitmu. Dia memberikan pelangimu kembali setelah hujanmu.

Jika kamu jujur, dan tak satu pun makhluk mempercayaimu, maka al-Khaliq tahu kejujuranmu. Jikapun Allah al-Qahhar sudah memutuskan keindahan masa depan untukmu kelak, maka tak satu pun bisa atau bermandat menghalangi keputusannya, meskipun seluruh makhluk bersepakat menghalangi.

Karena sebenarnya cinta-Nya yang harus kamu kejar, bukan cinta selain-Nya. Maka katakan cintamu pada-Nya jika memang jujur, dan takutlah jika kamu bohong. Makhluk bisa saling membohongi satu sama lain. Namun makhluk tak bisa membohongi Khaliqnya. Barangsiapa berbohong kepada-Nya, ia sedang membohongi dirinya sendiri.

Ceritakan pada Allah meski baru bisa setitik air mata...
~Hasan Al-Jaizy
________________________
📲 Daftar broadcast Status Nasehat:
BBM: 59711A00
Whatsapp: 085743549664
[cara daftar, ketik: Nama Lengkap-Kota-SN]
Line: http://line.me/ti/p/%40ncm5434c
Telegram: https://telegram.me/statusnasehat
----------------------------------------
♻ Silahkan disebarluaskan

Kamis, 12 November 2015

Allah Ta'âlâ berfirman :
أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهِ
"Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah PETUNJUK mereka" (QS al-An'âm : 90)

🌷 Syaikh Ibnu Ustaimin rahimahullâhu berkata :
«قال: (بهداهُم) ولم يقل (بهم)
 لأن العبرة بـالمنهج لا بـالأشخاص!.

Allah mengatakan بهداهم (ikutilah petunjuk mereka) bukan mengatakan بهم (ikutilah mereka), karena yang menjadi Ibrah/acuan adalah MANHAJ bukanlah PERSON/INDIVIDU. 

 فلا تتعصّب لداعيةٍ ولا لمصلحٍ إن حادَ عن الحقّ، فإن الحقّ ليس بكثرة الرجال وإنما بموافقة الكتاب والسنة» 

Krn itu janganlah anda fanatik dg seorang da'i atau org yg baik apabila ia melenceng dari kebenaran. Karena KEBENARAN itu bukanlah dengan BANYAKNYA ORANG, namun (kebenaran itu) adalah dengan MENCOCOKI KITABULLAH DAN SUNNAH RASULULLAH. 

 📚 asy-Syarhul Mumti' IV/379 
📎 http://katef.net/?p=3175 -----------------------
✏️ @abinyasalma 
#⃣ Channel Telegram Al-Wasathiyah wal I'tidâl
 📎 Join : https://telegram.me/abusalmamuhammad

Artikel Terbaru

Popular Posts