Jumat, 11 September 2015

Berita Duka

Innā lillāhi wa Innā ilaihi rāji'ūn.

Hari ini terjadi kecelakaan maut di masjid al haram. Hujan deras disertai angin kencang di duga sebagai pemicu jatuhnya alat berat konstruksi (TC) yang menimpa sebagian jamaah haji. Sumber resmi menyebutkan bahwa hingga kini setidaknya tercatat 145 korban jiwa. 65 diantaranya meninggal dunia dan 80 lainnya luka-luka.
Sementara itu gubernur Makkah Al-Mukarramah menginstruksikan kepada segenap pihak terkait untuk segera melakukan evakuasi dan tindakan medis kepada korban yang selamat. Beliau juga menginstruksikan agar segera dilakukan penyidikan guna mengungkap penyebab pasti kejadian naas tersebut.

Semoga Allah merahmati para korban....
Mereka wafat di waktu terbaik, di hari terbaik dan saat sedang menunaikan ibadah terbaik.
Semoga Allah menuliskan mereka dalam golongan syuhada.

Qaddarallāhu wa maa syaa'a faal.

____________
Madinah 27 Dzulqa'dah 1436 H
ACT El-Gharantaly

---

Menyikapi Musibah.

Musibah bisa terjadi dimana saja..

Musibah dapat menimpa siapa saja..

Tak terkecuali mereka yang melaksanakan ibadah..

Di tempat yang bertabur pahala, di negeri nan penuh barakah..

Masjidil Haram, Makkah al-Mukarramah..

A. Dengan Ijin Allah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

"Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya" (at-Taghabun: 11)

Allah mengaitkan musibah dengan keimanan..

Ketika kita meyakini bahwa tidaklah seluruhnya terjadi melainkan dengan ijin Allah..

Niscaya hidayah petunjuk menghampiri diri..

B. Yang Diucapkan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (QS al-Baqarah: 156)

Bukan celaan maupun ungkapan penyesalan..

Namun hendaklah mengucapkan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

"Kita ini kepunyaan Allah dan akan kembali kepadaNya.."

Ucapan ini disebut dengan Istirja'

C. Berbalas Surga.

Dalam hadits Qudsi, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah Ta’ala berfirman:

مَا لِعَبْدِي الْمُؤْمِنِ عِنْدِيْ جَزاَءٌ إِذَا قَبَضْتُ صَفِيَّهُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا ثُمَّ احْتَسَبَهُ إِلاَّ الْجَنَّةَ.

"Tiada ganjaran yang layak bagi hambaKu yang mukmin,

Saat Aku mengambil (mewafatkan) seseorang yang ia cintai dari penduduk dunia..

Lalu berharap ganjaran atasnya, melainkan ia layak memperoleh surga..” (HR. al-Bukhari: 6424)

Menyikapi musibah..

Dengan sabar dan ketenangan..

Saat kita meyakini..

Bahwa semuanya milik Allah dan akan kembali kepadaNya..

Bagaimanapun caranya.. Kapanpun masanya.. Dimanapun tempatnya..

@sahabatilmu

----
Ada beberapa keutamaan jamaah haji yang menjadi korban tertimpa crane di Masjidil Haram. Dan hanya Allah yang mengetahui hikmah dalam masalah ini. Diantaranya :

1. Meninggal di hari yg mulia, yaitu Jumat.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ »

Artinya: "Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau pada malam Jumat melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah (pertanyaan) kubur.” (HR. At-Tirmidzi, Ahmad, Humaid, Abu Ya'la, dan Al-Baihaqi).

2. Meninggal karena tertimpa reruntuhan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ: الْمَطْعُوْنُ وَالْمَبْطُوْنُ وَالْغَرِقُ وَصاَحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ

“Syuhada itu ada lima, yaitu orang yang meninggal karena penyakit tha’un, orang yang meninggal karena penyakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Hurairah).

3. Meninggal di jalan Allah, yaitu sedang atau akan beribadah haji.

Abu Hurairah radhiyallahu anhu menyampaikan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam :

مَا تَعُدُّوْنَ الشَّهِيْدَ فِيْكُمْ؟ قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ. قَالَ: إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيْلٌ. قَالُوْا: فَمَنْ هُمْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ, وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيْلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ مَاتَ فيِ الطَّاعُوْنَ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ، وَالْغَرِيْقُ شَهِيْدٌ

“Siapa yang terhitung syahid menurut anggapan kalian?” Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid.” Beliau menanggapi, “Kalau begitu, syuhada dari kalangan umatku hanya sedikit.” “Bila demikian, siapakah mereka yang dikatakan mati syahid, wahai Rasulullah?” tanya para sahabat. Beliau menjawab, “Siapa yang terbunuh di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal di jalan Allah maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit tha’un2 maka ia syahid, siapa yang meninggal karena penyakit perut maka ia syahid, dan siapa yang tenggelam ia syahid.” (HR. Muslim)

4. Meninggal ketika sedang beramal shalih.

Hudzaifah radhiyallahu anhu menyampaikan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam:

مَنْ قَالَ: لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Siapa yang mengucapkan La ilaaha illallah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad, sanadnya shahih).

Semoga Allah menerima amalan para korban jatuhnya crane di Masjidil Haram dan menjadikan mereka sbg para syuhada.

Innalillah wa inna ilaihi rooji'uun Taqobbalahumullah minas syuhadaa..

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

Popular Posts