Minggu, 21 Juni 2015

"Bila seseorang bisa bersyukur dengan pemberian Allah yang sedikit, niscaya dia akan lebih bisa bersyukur ketika diberi pemberian yang banyak. sebaliknya, jika yang sedikit saja tidak bisa bersyukur, maka jangan harap dia bisa bersyukur dengan yang banyak."
(Muqaddimah Majlis Syahri Ramadhan Al-Mubarak Syaikh Fauzan)
contoh : seorang penuntut ilmu yang ketika Allah berikan kenikmatan berupa sepeda, dia bersemangat untuk datang ke kajian, maka ketika Allah berikan dia motor, dia akan lebih bersemangat untuk datang ke kajian lagi. adapun sebaliknya, jika ada seseorang yang ketika Allah berikan sepeda, ia malas datang ke majlis ilmu, bagaimana lagi ketika Allah berikan motor atau mobil.
(Faidah Kajian Kitab Majlis Syahri Ramadhan Al-Mubarak karya Syaikh Fauzan bersama guru kami ust Aris Munandar)
---
"Saat ini, dunia itu nyata dan neraka hanyalah cerita, akan tetapi ketika di akhirat, Neraka adalah nyata dan dunia hanyalah cerita."
(Faidah Kajian Kitab Majlis Syahri Ramadhan Al-Mubarak karya Syaikh Fauzan bersama guru kami ust Aris Munandar)
---
Faidah dari Surat At-Tahrim:6 :
"Api yang ada di dunia ini, bahan bakar dan yang dibakar berbeda, sedangkan api neraka, antara bahan bakar dan yang dibakar sama."
contohnya : Kita Ingin membakar ayam, maka bahan bakarnya adalah kayu bakar/arang. sedangkan api neraka, bahan bakarnya manusia untuk membakar manusia.
(Faidah Kajian Kitab Majlis Syahri Ramadhan Al-Mubarak karya Syaikh Fauzan bersama guru kami ust Aris Munandar)
---
Faidah dari Surat At-Tahrim : 6 =
"kata غلاظ dalam ayat tersebut berarti hati yang kasar. Malaikat-malaikat tersebut adalah makhluk yang hatinya keras dan tidak memiliki rasa belas kasih. mereka tercipta dengan karakter pemarah. hobi mereka adalah menyiksa. perasaan senang mereka menyiksa orang sebagaimana perasaan senang kita terhadap makanan dan minuman.
dan kata شداد berarti kuat. Para malaikat tersebut memiliki fisik yang kuat meskipun melakukan pekerjaan yang demikian berat."
(tafsiran dari kitab karya Syaikh Nawawi Al-Bantani)
(Faidah Kajian Kitab Majlis Syahri Ramadhan Al-Mubarak karya Syaikh Fauzan bersama guru kami ust Aris Munandar)
---
"Dunia bukanlah milik salah seorang pun dari kalian. Ia hanya tempat lewat dan menyeberang. Ia juga hanyalah sebuah jalan yang dilewati seluruh manusia, dimana mereka lalu-lalang melewati jalan tsb."
(Faidah dari Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Seorang yang sangat celaka adalah seseorang yang amalan buruknya lebih banyak ketimbang amalan baiknya nanti di akhirat."
Coba kita bayangkan, 1 keburukan hanya Allah catat 1 keburukan, sedangkan kebaikan yang kita lakukan akan Allah catat minimal 10 kebaikan. Maka alangkah sangat mengerikannya jika ada seseorang yang amalan buruknya lebih banyak dari amalan baiknya.
(Faidah Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Munafik : Orang yang masuk ke dalam islam dalam rangka mencari keamanan.
Zindiq : Seseorang yang pura-pura masuk islam untuk kemudian menghancurkan islam dari dalam."
co munafik: seseorang yang masuk islam karena terancam di peperangan.
co zindiq : seseorang yang masuk islam lalu memiliki pengaruh di dalamnya, sehingga kata-katanya didengar di masyarakat luas. kemudian ia mulai menghancurkan islam dari dalam.
(Catatan hari ke-2 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
" Al-Ajru yang berarti pahala berasal dari kata Ujroh yang artinya upah pekerja. Mengapa Al-Ajru dikatakan sebagai pahala, karena untuk menunjukkan sebuah kepastian. dalam arti, setiap ibadah yang kita lakukan, pasti akan diberikan dan diganjar pahala oleh Allah. sebagaimana seorang pekerja, bila ia telah selesai melakukan pekerjaannya, dia akan mendapatkan upah dari hasil kerjanya tersebut."
(Catatan hari ke-2 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Ats-Tsawab yang berarti pahala berasal dari kata kerja ثاب-يثوب yang artinya kembali. Mengapa bisa demikian? karena manfaat dan ganjaran dari suatu amal ibadah akan kembali kepada pelakunya. ia akan mendapatkan pahala dari ibadahnya tersebut. Allah tidak membutuhkan ibadah seorang hamba, akan tetapi hamba itu sendiri yang membutuhkan amalan bagi dirinya untuk bisa masuk surga."
(Catatan hari ke-2 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Faidah dari Hadits "2 kegembiraan orang-orang yang berpuasa".
Untuk hal yang mubah-mubah saja kita merasakan kepuasan batin. maka bagaimanakah lagi jika kita menjalankan ibadah dalam rangka ketaatan kepada Allah.
tetapi, curigalah terhadap hati kita, bila kita biasa-biasa saja setelah melakukan sebuah amal ibadah, karena bisa jadi hati kita sedang sakit. seperti contohnya, setelah melakukan Shalat, membaca Al-Qur'an, berpuasa dan amalan-amalan ibadah lainnya kok perasaan kita biasa-biasa saja, maka hati-hatilah. jangan-jangan hati kita sedang sakit."
(Catatan hari ke-2 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Orang-orang yang beriman pada hari kiamat nanti akan menyesal, menyesal karena hanya segitu saja amal ibadah yang dulu ia lakukan. Mengapa ia tidak melakukan amalan ibadah yang lebih besar dan lebih banyak lagi. Mengapa ia tidak memperbanyak shalat, shadaqah, dan puasanya. ketika ia tahu bahwa ganjaran yang diberikan Allah sangat besar untuk amalnya.
Maka, apabila pada hari kiamat saja orang-orang yang beriman menyesal, bagaimanakah lagi dengan orang-orang yang gemar melakukan dosa dan maksiat."
(Catatan hari ke-2 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Keutamaan Bulan Ramadhan sangatlah banyak. namun hanya orang-orang yang diberi taufik oleh Allah saja-lah yang dapat meraih keutamaan tersebut. para Pendahulu kita yang Shalih telah meraihnya. mereka adalah orang yang sangat senang dan bergembira akan datangnya bulan Ramadhan. padahal kita mengetahui bahwa kesungguhan mereka dalam beribadah di bulan-bulan lain selain bulan Ramadhan sangatlah hebat sekali. mereka shalat di malam hari dan puasa di siangnya. bahkan tidak hanya itu saja, mereka pun masih berjihad di jalan Allah, menuntut ilmu dan melakukan banyak amal shalih lainnya. dengan banyaknya amal tersebut, mereka masih menjadi orang-orang yang sangat bergembira sekali dengan datangnya bulan Ramadhan. dengan datangnya bulan Ramadhan mereka menjadi orang-orang yang sangat totalitas dalam menjalankan ibadah di dalamnya. oleh karena itu tidak mengherankan ketika seorang Imam Syafi'i bisa menghatamkan Al-Qur'an sebanyak 60 kali dalam 1 bulan. itulah bentuk kesungguhan dari mereka dalam menyambut bulan Ramadhan."
(Catatan Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
" Al-Khauf : Rasa takut di dalam hati seorang hamba yang tidak mesti berdasarkan ilmu.
Al-Khasyah : Rasa takut di dalam hati seorang hamba yang berdasarkan ilmu."
(Catatan hari ke-3 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya Syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Jika kita dicela dan dicaci maki orang, boleh bagi kita untuk membalasnya. karena itu merupakan Qishash. namun, harus dengan cacian dan celaan yang semisal."
co : bila ada seorang yang mencaci kita dengan mungucapkan, "Kamu Bodoh". maka boleh bagi kita untuk membalasnya dengan mengucapkan kata yang seperti itu pula. namun, bila ada orang yang mencaci maki kita dengan satu kata, lalu kita membalasnya dengan 2 kata atau lebih, maka ini hukumnya ndak boleh.
noted : tetapi, hendaklah kita tidak melakukannya jika kita sedang berpuasa. karena hal tersebut akan berpengaruh pada pahala puasa kita.
(Catatan hari ke-3 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Berhati-hatilah terhadap lisan kita pada saat berpuasa dan pada saat tidak berpuasa. janganlah kita mencela, mencaci maki, mengghibah dan namimah kepada orang lain. ingatlah, karena nanti di akhirat, ada orang-orang yang ditelungkupkan dengan wajah di tanah kemudian diseret oleh para malaikat lalu dicampakkan ke neraka karena disebabkan tidak terjaganya lisan mereka.
(Catatan hari ke-3 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Seorang peyair berkata :
Wahai manusia, jagalah lisanmu
jangan sampai ia menggigitmu, karena ia adalah ular
betapa banyak orang yang berada di dalam kubur menjadi korban dari lisannya
karena hal tersebut, orang-orang yang gagah berani pun ketakutan untuk bertemu dengan-Nya.
penyair lain berkata :
seseorang bisa mati karena ketergelinciran lisan
namun seseorang tidak akan mati karena tergelincirnya kaki
ketergelinciran dalam perkataan bisa membunuhnya
tetapi tergelincirnya kaki akan sembuh selang beberapa waktu."
(kitab Majlis Syahri Ramadhan karya Syaikh Shalih Fauzan hal : 20)
(Catatan hari ke-2 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Shadaqah berasal dari kata Shadaqa yang berarti jujur dan tulus. mengapa shadaqah disebut shadaqah? karena dengan bershadaqah, membuktikan kejujuran dan ketulusan imannya.
sejatinya, jiwa manusia selalu condong kepada harta. tanpa terkecuali. maka aneh bila ada manusia yang tidak condong kepada harta. akan tetapi, orang-orang yang istimewa adalah orang-orang yang dapat mengekang keinginan terhadap harta. sehingga, dia bisa menginfakkan dan menshadaqahkan harta yang telah ia kumpulkan secara susah payah selama bertahun-tahun untuk membantu dan meringankan beban saudara muslim yang lainnya."
(Catatan hari ke-3 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Kata الشحّ (Asy-Syuhu) dalam bahasa arab berarti pelit dan rakus." kata tersebut lebih para dari bakhil.
seorang tersebut rakus dalam mencari harta dan pelit dalam mengeluarkannya.
(Catatan hari ke-3 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Sesungguhnya harta yang kita miliki hanyalah titipan, Allah telah memberi kesempatan kepada kita untuk bershadaqah dengannya.
maka, jika seseorang mengumpulkan dan menumpuk-numpuk harta tersebut lalu tidak mensedekahkannya, padahal harta yang dikumpulkannya hanya akan menjadi hak milik anak-anaknya. niscaya, harta tersebut akan habis dan hilang.
(Catatan hari ke-3 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Saat kita berada di padang Mahsyar, kita akan mengingat seluruh apa yang kita lakukan di dunia. dari kita baligh sampai kita meninggal. lalu kita akan mempertanggungjawabkan seluruh apa kita lakukan tersebut dihadapan Allah. batapa ngerinya membayangkan saat-saat itu wahai saudaraku. maka berhati-hatilah dalam berbuat. karena apa yang kita lakukan akan dipertanggung jawabkan pada saat itu."
(Catatan hari pertama Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya Syaikh Shalih Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Kitab-kitab yang membahas mengenai sifat nabi disebut "Syama'il Muhammadiyyah". dan kitab Syama'il Muhammadiyyah yang terkenal adalah karangan Imam At-Tirmidzi yang berjudul "Syama'il An-Nabii"."
(Catatan hari ke-4 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Bagi seorang yang telah memiliki ibadah rutin, maka hal tersebut akan berdampak mudahnya badan untuk melakukan ibadah tersebut.
contoh saja bagi seorang yang sudah rutin melakukan puasa senin-kamis. niscaya tubuhnya akan sangat mudah menyesuaikan ketika hari senin dan kamis datang.
namun hal yang sebaliknya akan terjadi bila seseorang tidak memiliki amal ibadah yang rutin. dan ini adalah amal ibadahnya Nabi Muhammad -Shalallahu'alaihi wa Sallam-.
mengapa nabi melakukan hal tersebut? karena di setiap amal ibadah yang akan dilakukan akan menimbulkan kesulitan-kesulitan jika tidak biasa melakukannya. maka jiwa harus bekerja keras untuk mendorong diri melakukan ibadah tersebut. hal tersebut memberikan kesempatan meraih pahala yang sebanyak-banyaknya karena kesulitan-kesulitan yang dialami ketika diri tersebut melakukan amal ibadah di waktu-waktu yang tidak biasa ia lakukan."
(Catatan hari ke-4 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Tabdziir تبذير berarti membelanjakan harta untuk hal-hal yang haram dan maksiat.
sedangkan israf إسراف adalah berlebih-lebihan dalam melakukan sesuatu yang mubah."
(Catatan hari ke-4 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Di saat musim haji tiba dan kaum musyrikin jahiliyyah berhaji ke Mekkah. Rasulallah -Shalallahu'alaihi wa Sallam- mulai berdakwah mengajak mereka untuk memeluk islam. Beliau mendatangi kemah-kemah mereka satu persatu dan mulai menjelaskan apa itu islam.
tapi, jalan tersebut tidaklah mulus, karena di belakang beliau ada Abu Lahab yang menguntit dan mengikutinya. setelah beliau keluar dari kemah untuk berdakwah, masuklah Abu lahab lalu mengatakan, "jangan dengarkan dia, dia itu orang gila." begitu seterusnya. akan tetapi Rasulallah tidak memperdulikannya, beliau terus saja berdakwah untuk mengajak manusia kepada Allah tanpa menghiraukan Abu Lahab yang terus mempropaganda manusia agar jangan percaya padanya.
(Catatan hari ke-4 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Untukmu wahai saudaraku yang hendak mendakwahkan al-Qur'an kepada masyarakat, ketahuilah bahwa jalan tersebut tidaklah selalu mulus seperti yang dikira. bahkan jalan tersebut adalah jalan yang penuh dengan onak duri. maka ketika kita sedang menapaki atau hendak menapaki jalan tersebut, bersabarlah akan rasa sakit dan tetesan darah yang keluar dari kaki kita. karena kita akan menemukan kebahagiaan di ujung jalan tersebut."
(Catatan hari ke-4 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Hari Kiamat disebut juga dengan يوم الساعة (Yaumus Sa'ah). As-Sa'ah berarti sebentar. mengapa hari kiamat dinamakan dengan nama tersebut, karena kiamat itu datang hanya sekejap dan sesaat. lalu hancurlah dunia dan seisinya."
(Catatan hari ke-4 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Isi Al-Qur'an ada 3, yaitu :
1. Tentang Allah.
2. Tentang Makhluk-Nya.
3. Tentang Perintah dan Larangan.
Mengapa surat Al-Ikhlas dikatakan sebagai 1/3 Al-Qur'an? Karena surat Al-Ikhlas berisi point pertama, yakni berisi tentang Allah.
(Catatan hari ke-5 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"kata Albaab dari frasa Ulul Albaab berasal dari kata Al-Lubbu yang berarti inti atau isi.
kenapa manusia yang berakal disebut sebagai Ulul Albaab? karena inti dari manusia adalah di akalnya. dengan akal tersebut, manusia terbedakan dengan hewan. oleh karena itu, bila seseorang yang diberikan akal namun tidak digunakan untuk merenungi Ayat-Ayat Allah tak ubahnya dia seperti hewan. dan seorang yang berakal tahu bahwa akhirat lebih baik dari dunia. oleh karena itu, bagi orang-orang yang berakal, dia lebih mengutamakan akhirat ketimbang dunianya.
(Catatan hari ke-5 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya syaikh Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Di akhirat, Al-Qur'an hanya akan menjadi 2 fungsi. pembela atau penuntut. ia menjadi pembela, ketika kita mengamalkannya, dan menjadi penuntut ketika kita melalaikannya dan meninggalkannya."
(Catatan hari ke-5 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya Syaikh Shalih Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
---
"Di akhirat, Al-Qur'an hanya akan menjadi 2 fungsi. pembela atau penuntut. ia menjadi pembela, ketika kita mengamalkannya, dan menjadi penuntut ketika kita melalaikannya dan meninggalkannya."
(Catatan hari ke-5 Kajian Majlis Syahri Ramadhan karya Syaikh Shalih Fauzan bersama Guru Kita Ust Aris Munandar)
Semoga bermanfaat buat penulisnya dan kaum muslimin sekalian,
demikian faidah yang kami kutip dari Akhiinaa Seno Aji Aminullaah hafidzahullaah..
Barakallaahu fiykum..

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts