Rabu, 25 Maret 2015

Guna melancarkan proyek penyesatannya, iblis dan keturunan berikut kroninya menebarkan banyak ranjau untuk menjerat bani Adam.

Menurut Ibnul Qayyim rahimahullaah (w. 751 H), perangkap setan ada enam jenis:

1. Kekufuran dan Kesyirikan. Inilah target utama setan, jika berhasil maka manusia akan menjadi tentara iblis dan pasukannya. Namun bila gagal, maka insan akan dijerat dengan perangkap berikutnya:

2. Bid'ah. Sebab, kata Imam ats-Tsauri rahimahullaah, "Bid'ah lebih disukai iblis dibandingkan maksiat. Karena pelaku maksiat akan bertaubat sedangkan pelaku bid'ah tidak bertaubat.1 Jika tidak berhasil maka manusia akan dijerat dengan ranjau ketiga, yaitu:

3. Dosa besar dengan berbagai macam jenisnya. Setan berusaha keras untuk menjerumuskan seorang hamba ke dalam perbuatan dosa besar. Apalagi jika ia adalah seorang panutan di masyarakat, seperti ulama misalnya. Setelah terjerumus, setan bekerjasama dengan kroni-kroninya untuk mempublikasikan kecelakaan tersebut di hadapan umat, agar mereka menjauhinya. Jika gagal, setan akan menebar ranjau keempat, yakni:

4. Dosa kecil. Seorang hamba dijadikan meremehkan dosa kecil, sehingga dilakukan berkali-kali sampai berbalik menjadi dosa besar. Kalau tidak berhasil maka setan akan memasang perangkap kelima, yaitu dengan:

5. Menyibukkan manusia dalam hal-hal yang mubah, sehingga terlalaikan dari amalan-amalan yang berpahala. Andaikan target yang diincar adalah orang yang senantiasa menjaga waktunya dan sadar akan keterbatasan masa hidupnya di dunia, maka setan akan menjerumuskan ke ranjau yang keenam, yakni:

6. Menyibukkannnya dengan amalan-amalan yang utama, namun dijadikannya lupa amalan-amalan yang lebih utama, karena keterbatasan ilmu dia. Seperti sebagian kalangan yang tersibukkan dengan dakwah kepada akhlak, sehingga lalai dari dakwah kepada tauhid. Sedemikian halusnya perangkap ini, sehingga banyak orang yang terjerumus ke dalamnya, dan mengira bahwa ia berada di jalan kebenaran.

Seorang hamba tidak akan selamat dari berbagai perangkap di atas melainkan dengan taufiq dari Allah ta'ala dan dengan terus mempelajari ilmu syar'i yang berisikan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.2

Dari keterangan di atas kita dapat memahami bahwa setan itu punya skala prioritas dalam menjerumuskan bani Adam. Kubangan favorit utama setan adalah kekufuran dan kesyirikan. Atau dengan kata lain akidahlah yang target pertama yang disasar mereka. Sebab aqidah merupakan pondasi agama seseorang. Bila rusak, maka dijamin akan rusak pula sisi-sisi lain dalam kehidupannya.

Dari sini kita mengetahui mengapa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para rasul lainnya memulai dakwah mereka terhadap akidah atau tauhid. Sebab itu merupakan pondasi dasar beragama. Bila kuat, maka bangunan di atasnya pun akan kuat. Sebaliknya bila rapuh, maka niscaya akan lebih rapuh lagi di atasnya.

Karena itulah, setan menjadikan aqidah seorang muslim sebagai target utama perusakan. Bila gagal, maka ia akan membidikkan sisi-sisi lainnya. Seperti amaliyah, akhlak atau yang lainnya.

Sumber : Majalah As-Sunnah Edisi 11/Thn XVIII/Jumadil Awwal 1436H/Maret 2015M, hal 37-38

---

1. Diriwayatkan oleh al-Lalikaa'i dalam Syarh Ushuul I'tiqaad Ahlus-Sunnah (1/149 no. 238) dan Ibn al-Jauzi dalam Talbiis Ibliis (1/110). Dan dinukil pula oleh al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah (1/216), al-Qurthubi dalam tafsirnya (IX/121) serta as-Suyuuthi dalam al-Amr bi al-Ittibaa' (hal. 67)
2. Bada'i al-Fawaaid (II/799-802)

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts