Minggu, 19 Oktober 2014

*KETIKA PEMIMPINKU DILANTIK*

عن محمد بن المنكدر، قال : لما بويع يزيد بن معاوية ذكر ذلك لابن عمر, و فقال : (( إن كان خيراً رضينا وإن كان شراً صبرنا

Dari Muhammad bin Munkadir, ia berkata : Ketika Yazid bin Mu’awiyah dibaiat, maka diceritakan  berita tersebut kepada Ibnu Umar radhyallahu ‘anhuma. Maka beliau berkata :

“Jika ia (Yazid bin Mu’awiyah) baik  (dalam kepemimpinan) kita ridha, dan jika ia buruk (dalam kepemimpinan) kita bersabar”. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf Juz 11 Hal. 100 Cet. Idaaratul Qur’an  dengan sanad Shahih)

Al-Imam Fudhail bin Iyadh rahimahullah :

لو أن لي دعوة مستجابة, ما جعلتها إلا في السلطان. قيل له : يا أبا علي فسر لنا هذا ! قال : إذا جعلتها في نفسي لم تعدني, و إذا جعلتها في السلطان صلح فصلح بصلاحه العباد و البلاد

““Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, aku akan tujukan doa tersebut pada pemimpin.” Maka ditanyakan kepada beliau sebab hal tersebut, “jelaskan kepada kami wahai Abu ‘Ali (Fudhail bin Iyadh) tentang hal ini !” Ia menjawab, “Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Namun jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka ia akan baik, maka rakyat dan negara akan menjadi baik dengan sebab kebaikannya. (Syarhus Sunnah hal. 113-114 Cet. Maktabah Dar Al-Minhaj)

20 Oktober 2014
Hari Pelantikan Bapak Presiden Jokowi
(Semoga Allah membimbingnya, menjaganya dari segala macam keburukan, dan memudahkannya dalam setiap urusan kebaikan)

 Abu Hanifah Ibnu Yasin

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts