Kamis, 07 Agustus 2014

Tiada aku meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada godaan wanita." (HR. Bukhari dan Muslim)
Cinta. Tak ada akhir untuk membahas masalah satu ini. Kata penyair cinta adalah satu kata berjuta makna. Tapi kali ini penulis ingin membahas cinta yang cacat yaitu cinta buta. Begitu bahayanya cinta buta ini sehingga sebelum wafat Rasulullah ﷺ telah berwasiat bahwa kaum muslimin wajib berhati-hati terhadap godaan setan terutama kecintaan terhadap wanita. Setan mempunyai banyak perangkap untuk membinasakan manusia diantara adalah harta, jabatan ,wanita, anak dsb. Semua itu akan melalaikan manusia dari akhirat jika manusia mencintai mereka melebihi cintanya kepada Allah dan Rasulnya, sehingga manusia akan dibudak oleh syahwatnya untuk memperturutkan hawa nafsunya sehingga lalai akan kematian. Oleh karena itu pantaslah penyakit “cinta buta” itu adalah penyakit yang berbahaya dan sebagian daripada syirik tersembunyi, jika didhohirkan maka pelakunya akan menemui kebinasaan, naudzubillah.
Diantara fitnah-fitnah dan perangkap setan laknat yang paling besar untuk menyesatkan manusia kata nabi ﷺ adalah fitnah wanita. Memang benar apa yang disampaikan nabi Muhammad ﷺ. Banyak kisah-kisah terdahulu yang dapat dijadikan pelajaran bagi kita semua yaitu banyaknya kisah-kisah tentang kecintaan manusia terhadap kecantikan semu wanita mengalahkan cintanya kepada ALLAH sehingga dia lalai akan agamanya padahal dia adalah seorang ahli ibadah yang khusyuk akan tetapi kelemahannya dia tidak dapat menahan godaan dunia berupa wanita sehingga dia menyia-nyiakan akhirat yang kekal , Naudzubillah. Berikut salah satu kisahnya yang dinukil dari kitab ulama terdahulu ;
Kisah pertama ;
Dikisahkan bahwa di Mesir ada seorang lelaki yang senantiasa selalu ke masjid untuk mengumandangkan adzan dan shalat di dalamnya, terlihat pancaran ketaatan dan cahaya ibadah dari wajahnya, suatu hari seperti kebiasaannya dia naik ke atas menara untuk mengumandangkan adzan, di bawah menara ada sebuah ruman milik seorang yang beragama Nashrani, dia melirik ke dalam rumah tersebut ternyata dia mendapati anak perempuan sang pemilik rumah yang beragama Nashrani tadi, akhirnya dia terpedaya dengan wanita tersebut, dia tinggalkan adzan dan turun menemuinya, ia masuk ke dalam rumahnya. Wanita ini bertanya: “Apa denganmu?, apa yang kamu inginkan?”, lelaki ini menjawab: “Saya menginginkanmu”, wanita ini bertanya: “Kenapa?”, lelaki ini menjawab: “Karena kamu ssudah mencuri jiwaku dan mengambil seluruh hatiku”, wanita berkata: “Aku tidak akan menurutimu kepada sebuah keraguan selamanya”, lelaki ini berkata: “Aku akan menikahimu”, wanita berkata: “Kamu seorang muslim, saya seorang wanita yang beragama Nashrani, bapak saya tidak akan menikahkanku kepadamu”, lelaki ini menjawab: “Saya akan masuk ke dalam agama Nashrani”, wanita ini menjawab: “Jika kamu mengerjakannya maka aku akan mengerjakannya (yaitu menuruti permintaanmu)”, maka akhirnya lelaki ini masuk ke dalam agama Nashrani untuk menikahi wanita tersebuit, dan dia tinggal bersama mereka di dalam rumah tersebut. Dan ketika pada hari itu dia naik ke atas loteng yang ada di atas rumah, lalu dia jatuh darinya, maka akhirnya dia tidak mendapatkan wanita tersebut dan telah kehilangan agamanya.
[Lihat kitab Al Jawab Al Kafy, karya Ibnul Qayyim rahimahullah]
Saudaraku, beginilah bahayanya memandang wanita yang bukan mahram apalagi dia perempuan kafir dia sampai hati meninggalkan imannya malah akibatnya dia terkena azab Allah langsung (mati dalam keadaan kafir) akhirnya tidak mendapatkan keduanya (memiliki wanita itu dan kebahagiaan kekal diakhirat), yah, memang meskipun wanita itu  cantik tapi hanyalah kecantikan semu yang merupakan perangkap iblis laknat untuk menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Ingatlah saudaraku, maka dari itu Allah telah mengharamkan pandangan liar. Karena pandangan mata adalah anak panah beracun dari pada iblis untuk melumpuhkan hati manusia, bila manusia dapat menahan pandangan maka dia telah urung dari sasaran iblis.
Kisah kedua :
“Pada tahun (278H), telah wafat Abdah bin Abdurrahim –semoga Allah memburukkannya-, telah disebutkan oleh Ibnul Jauzy bahwa orang malang ini dulunya termasuk dari seorang lelaki yang sering berjihad di negeri Romawi, ketika dalam beberapa peperangan dan pada waktu itu kaum muslim mengepung sebuah daerah dari kekuasan Romawi, lelaki sang mujahid yang terkena godaan ini memandang kepada seorang wanita dari bangsa Romawi di benteng tersebut, maka akhirnya lelaki ini menginginkan wanita tersebut, lalu ia menyurati wanita tersebut; “Bagaimana agar aku bisa sampai kepadamu?”, wanita ini menjawab: “Kamu masuk ke dalam agama Nashrani lalu kamu naik menemuiku”, lalu lelaki ini menerima ajakan tersebut”, maka ketika kaum muslim mengepung malah dia berada bersama wanita tersebut, kejadian itu sangat menyakitkan dan memberatkan kaum muslim, setelah beberapa waktu berlalu, kaum muslim melewati benteng tersebut dan si lelaki ini sedang bersama wanita tersebut di benteng itu, mereka (kaum muslim) bertanya kepada lelaki tersebut: “Wahai Fulan, Apa yang telah Al Quranmu terhadapmu?, apa yang telah dikerjakan oleh ilmumu terhadapmu? Apa yang telah dikerjakan puasamu terhadapmu? Apa yang telah dikerjakan oleh jihadmu terhadapmu? Apa yang telah diperbuat shalatmu terhadapmu?”, lelaki ini menjawab: “Ketahuilah kalian semuanya, sesungguhnya aku telah lupa Al Quran kecuali Firman-Nya:

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ (2) ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ (3) [الحجر: 2، 3] 
Artinya: “Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)”. QS. Al Hijr: 2-3.
[Lihat kitab Al Bidayah wa An Nihayah, karya Ibnu Katsir rahimahullah]
Lihatlah dan renungkan saudaraku, dari cerita diatas dapat kita ambil pelajaran yang amat berharga yaitu bahayanya memandang wanita yang bukan mahram apalagi dia kafir, kisah ini dapat kita ambil pelajaran bahwa dulu ada seorang lelaki yang tidak bisa menahan syahwatnya dari kecantikan semu (kecantikan sementara nanti kalau ssudah tua paling jadi peyot) wanita sehingga dia sampai hati menghianati kawan-kawannya dalam peperangan bahkan dia telah murtad tidaklah beguna semua amal dan ibadahnya selama ini kelak dia akan menemui siksa neraka yang kekal karena telah berani meninggalkan agamanya , Naudzubillah min dzalik.
Lalu teman-temannya menanyakan tentang membaca Qur’an, ilmunya, puasanya, jihadnya, shalatnya yang selama ini dia kerjakan apakah tidak membekas sama sekali di hatinya sehingga dia rela mengorbankan agamanya demi kesenangan yang semu dan pasti segera binasa. Lalu jawab lelaki dia tidak ingat lagi semua itu, Naudzubillah malah yang diingat hanyan al-Qur’an surat al-Hijr ayat 2-3 yang isinya justru menyindir lelaki itu yaitu berupa peringatan bahwa nanti diakhirat orang kafir hanya bisa berangan-angan dulunya didunia sekiranya menjadi muslim. Hal ini adalah azab dari Allah, orang ini mati dalam keadaan munafiq, Naudzubillah.
Begitulah saudaraku, begitu dahsyatnya fitnah wanita itu sampai-sampai bisa membuat seorang lelaki yang tadinya rajin beribadah menjadi hilang ingatan karena ketidak mampuannya menahan syahwatnya kepada “topeng” perempuan. Padahal kecantikan wanita sebenarnya itu adalah hatinya tepatnya pada kebaikan agama dan akhlaqnya seperti yang disarankan rasulullah yaitu wanita dinikahi karena kacantikan, harta, nasab dan agamanya maka yang ingin bahagia jangan lihat dulu kecantikannya, kekayaannya , atau kemuliaan nasabnya tapi kita disuruh melihat kebaikan agamanya jika kita ingi bahagia dunia akhirat.
Dewasa ini jarang kita menemukan orang memilih wanita daripada agamanya orang banyak tertipu oleh topeng kecantikan wanita (wajah) atau kekayaannya padahal hal itu bukanlah tolok ukur kebahagian tapi justru merupakan jebakan yang berbahaya bagi kelangsungan hidup berumah tangga. Maka dari itulah jika kita semua ingin bahagia pastilah seorang muslim tahu memilih mana perangkap setan dan mana jalan yang benar.
BAHAYA CINTA BUTA
Cinta buta adalah cinta yang tak mengikuti aturan Islam dan merupakan cinta yang dikendalikan hawa nafsu. Ia bebas berbuat apa saja. Termasuk saat orang yang model begitu tuh jatuh cinta, maka ia akan buta dan gelap mata. Berbuat sesukanya dan mencampakkan norma agama misalnya berbuat pacaran sampai akhirnya terjerumus zina dan yang lebih parah mencintai wanita cantik tapi non muslim sehingga agamanya dibuang, Naudzubillah min dzalik.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Cinta buta pada ilusi adalah cobaan hati yang kosong dari kecintaan terhadap Alloh. Ada beberapa kerusakan akibat cinta buta ini. Kami menukil dari kitab ulama berbagai keburukan cinta buta :

Pertama, lupa mengingat Allah. Lebih sibuk mengingat makhlukNya, yakni orang yang dicintainya, misalnya. Jika dia lebih kuat mengingat Allah, insya Allah mengingat makhlukNya jadi terkendali. Tapi jika lebih kuat mengingat makhlukNya, maka mengingat Allah akan dikalahkan. Akibatnya Allah tidak mau mengingatnya juga sehingga orang macam ini akan mengalami kesempitan hidup, Naudzubillah

Kedua, menyiksa hati. Cinta buta, meski adakalanya dinikmati oleh pelakunya, namun sebenarnya ia merasakan ketersiksaan hati yang paling berat. Seakan akan dunia ini sempit sekali karena dia terkena ilusi cinta buta sehingga seolah-olah yang ada dalam pikirannya hanyalah wanita yang dicintainya.

Ketiga, hatinya tertawan dan terhina.  Yang pasti hatinya telah ditawan oleh setan dan hawa nafsunya. Yaitu, hatinya akan tertawan dengan orang yang dicintainya. Namun, karena ia mabuk cinta, maka ia tidak merasakan musibah yang menimpaJadi kita memang patut berhati-hati dengan cinta model begini. Kepada Allah-lah kita berlindung dan memohon pertolongan.

Keempat, melupakan agama. Tak ada orang yang paling menyia-nyiakan agama dan dunia melebihi orang yang sedang dirundung cinta buta. Ia menyia-nyiakan maslahat agamanya karena hatinya lalai untuk beribadah kepada Allah. Kalau ada orang ketika jatuh cinta tuh sampai tidak sholat, tidak sekolah, dan tidak belajar, karena hanya mikirin sesuatu yang dicintainya, maka itu sudah dibilang cinta buta. Jadi, kita harus ingatkan dia supaya jangan keterusan begitu. Ingatkan dia tentang kehidupan sesudah mati agar dia sadar terhadap apa yang dia lakukan.

Kelima, mengundang bahaya zina. Bahaya-bahaya dunia dan akhirat lebih cepat menimpa kepada orang yang dirundung cinta buta melebihi kecepatan api membakar kayu kering. Ketika hati berdekatan dengan orang yang dicintainya secara buta itu, ia akan menjauh dari Allah. Jika hati jauh dari Allah, semua jenis marabahaya akan mengancamnya dari segala sisi karena setan menguasainya. Jika setan telah menguasainya, maka mana ada musuh yang senang lawannya senang? Semua musuh ingin musuhnya dalam bahaya. Kita berlindung kepada Allah dari hal ini. Karena cinta buta merupakan awal dari mendekati kepada zina. Cukup fakta-fakta soal meraja lela perzinahan dan penularan penyakit seksual itu menjadi perhatian bagi kita untuk tidak melakukan hal yang sama.

Keenam, setan akan menguasai. Jika kekuatan setan menguasai seseorang, ia akan merusak akalnya dan memberikan rasa waswas. Bahkan, mungkin tak ada bedanya dengan orgil alias orang gila. Mereka tidak menggunakan akalnya secara layak. Padahal yang paling berharga bagi manusia adalah akalnya yang membedakan ia dengan binatang. Tidak heran bila banyak yang kejerumus berbuat maksiat karena pemikiranya instan sekali. Hanya kepikiran enak saja menurut hawa nafsunya. Tidak mikir jauh ke depan: soal dosa dan akibat dosa tersebut. Jika kita melihat orang gila dijalan-jalan maka telusurilah sebagian kisah hidupnya pasti sebagian kisahnya mengalami cinta buta lalu patah hati ahirnya gila karena cinta buta sudah menguasai hatinya. Dan lebih parah fenomena bunuh diri terjadi karena cinta buta yang menggila ini. Dia telah lupa bahwa hal itu tidak menyelesaikan masalah tapi justru diakhirat dia mendapatkan masalah yang amat besar. Naudzubillah min dzalik

Ketujuh, mengurangi kepekaan. Cinta buta akan merusak indera atau mengurangi kepekaannya, baik indera suriya (konkret) maupun indera maknawi (abstrak). Kerusakan indera maknawi mengikuti rusaknya hati, sebab jika hati telah rusak, maka organ pengindera lain, seperti mata, lisan, telinga, juga turut rusak. Artinya, ia akan melihat yang buruk pada diri orang yang dicintainya secara buta itu sebagai sebuah kebaikan dan juga sebaliknya. 
Disebutkan oleh Imam Ahmad, “Cintamu kepada sesuatu membutakanmu dan membuatmu tuli.” Ibnu Abbas pernah mendengar berita ada seorang laki-laki yang sangat kurus sehingga yang tersisa hanya kulit dan tulang. Ibnu Abbas berkata, “Kenapa ia?” “Ia terkena jatuh cinta, isyq(cinta buta)”, jawab seseorang. Kemudian Ibnu Abbas berdoa dan berlindung kepada Allah sepanjang hari dari penyakit isyq.

Kedelapan, Cinta buta adalah perbuatan Syirik. Fenomena syirik dalam cinta telah dijelaskan Allah Ta’ala dalam al-Qur’an:


“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya, sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat kuat cintanya kepada Allah.” (lihat Al-Baqarah: 165)
Asy-Syaikh Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan, “Cinta kepada Allah Ta’ala ada empat tingkatan:
Pertama: Seorang mencintai Allah melebihi selain-Nya. Inilah tauhid
Kedua: Seorang mencintai Allah seperti mencintai selain-Nya. Ini adalah syirik
Ketiga: Seorang mencintai selain Allah melebihi cintanya kepada Allah. Ini lebih besar dosa kesyirikannya dari yang sebelumnya
Keempat: Seorang mencintai selain Allah Ta’ala dan tidak ada sedikit pun kecintaan kepada Allah dalam hatinya. Ini lebih besar lagi dosa kesyirikannya dan lebih jelek lagi.” (Al-Qaulul Mufid, 1/200-201)
Oleh karena itu beginilah bahaya cinta buta sehingga jika orang yang mengalami hal ini tidak segera bertobat maka sungguh bila ajal menjemputnya dia mati su’ul khotimah seperti kisah-kisah diatas, Naudzubillah. Ya Allah kami berlindung dari cinta yang demikian dan gantilah dengan cinta yang murni yaitu cinta sejati kepada Engkau.
SOLUSI MENGHINDARI PERANGKAP CINTA BUTA
Cinta buta adalah cinta yang dikendalikan hawa nafsu. Namanya saja “buta” pastilah cinta semacam ini tidak tentu arah dan sembarangan mencintai sesuatu tanpa memperhitungkan akibatnya. Cinta buta adalah perasaan liar yang menyukai hal-hal yang dhohir saja yang belum tentu membuat bahagia, cinta yang tidak memandang etika dan peraturan agama. Berbeda dengan cinta sejati, cinta sejati adalah cinta yang didasari kemampuan akal berfikir jernih sehingga apa yang Allah dan Rasulnya cintai dia mencintainya pula.
Diantara cara kita menghindari cinta buta adalah sebagai berikut ;
Pertama, Berdoa: Merendahkan diri di hadapan Alloh, tulus dan ikhlas dalam kembali kepada-Nya.  Alloh akan menyembuhkannya dari penyakit ini. Misalnya dengan membaca do’a “Allahumma inni a'udzubika min fitnatinnisa, wa min fitnatin dunia, wa min adzabil qobri, wa min adzabin nar
(artinya : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah wanita, dan fitnah dunia, dan dari azab kubur serta azab api neraka).

Kedua,  Menjauhi yang dicintainya ( dirindukannya ): Hendaknya menjauhi yang dicintainya, tidak mendengar ucapannya dan tidak melihat apa-apa yang dapat mengigatkan kepadanya.
Menikah: Walaupun dengan orang yang bukan dicintainya. Karena didalam pernikahan terkandung kecukupan, berkah dan kesenangan.

Ketiga, Menjaga amal-amal shalih dan banyak berdzikir. Alloh SAW berfirman:
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munjkar.” (al-ankabut: 45).

Keempat, Berpikir dan selalu ingat kematian dan kedahsyatannya, mengingat alam kubur dan kegelapannya, serta senantiasa menghadapkan diri kepada Alloh SAW. Dengan begitu kita akan takut terkena akibat dari cinta buta ini dan Insya Allah kita bisa meninggalkan.

Kelima, Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat: misalnya dengan menyikbukkan diri dengan kegiatan masjid atau sosial. karena di antara penyebab cinta buta itu adalah kekosongan. Cinta buta adalah kesibukan orang yang kosong (menganggur) khususnya khosong dari mengingat Allah. Bila ia disibukkan dengan seuatu yang menyibukkan hati selain  tentang yang dirindukannya, maka ia telah mengendalikan cinta dan bisa melupakannya. Wallahu ‘Alam

Semoga bermanfaat,
Wallaahul Muwaffiq

http://dulrohman.blogspot.com/2012/02/bahaya-cinta-buta-i-love-you-full.html



0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

Popular Posts