Minggu, 24 Agustus 2014

Sedikit keanehan yang kami temui pada sebagian orang. Setiap tahun ada yang 
bergiliran qurban, yang pertama untuk bapaknya, tahun berikut untuk ibunya, 
lalu tahun berikut dapat giliran anaknya. Padahal sebenarnya satu qurban 
semisal satu kambing atau 1/7 dari urunan sapi bisa diniatkan untuk satu 
keluarga. Namun kalau mau berqurban lebih karena jumlah anggota keluarga 
banyak, maka itu boleh bahkan lebih afdhol. Simak bahasan berikut.
Dalil yang mendukung pernyataan di atas, dari ‘Atho’ bin Yasar, ia berkata,

سَأَلْتُ أَبَا أَيُّوبَ الأَنْصَارِيَّ كَيْفَ كَانَتْ الضَّحَايَا عَلَى عَهْدِ 
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالَ : كَانَ الرَّجُلُ 
يُضَحِّي بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ ، فَيَأْكُلُونَ وَيُطْعِمُونَ

“Aku pernah bertanya pada Ayyub Al Anshori, bagaimana qurban di masa Rasulullah 
shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Beliau menjawab, “Seseorang biasa berqurban 
dengan seekor kambing (diniatkan) untuk dirinya dan satu keluarganya. Lalu 
mereka memakan qurban tersebut dan memberikan makan untuk yang lainnya.” (HR. 
Tirmidzi no. 1505, shahih)

Dalam Tuhfatul Ahwadzi disebutkan, “Hadits ini adalah dalil tegas bahwa satu 
kambing bisa digunakan untuk berqurban satu orang beserta keluarganya, walau 
jumlah anggota keluarga tersebut banyak. Inilah yang benar.”

Al Hafizh Ibnul Qoyyim dalam Zaadul Ma’ad berkata, “Di antara petunjuk Nabi 
shallallahu ‘alaihi wa sallam, satu kambing sah untuk qurban satu orang beserta 
keluarganya walau jumlah mereka banyak.”

Asy Syaukani mengatakan, “Yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu 
keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih.” Beliau 
sebutkan hal ini dalam Nailul Author.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Syarhul Mumthi’ berkata, 
“Kolektif dalam pahala qurban tidaklah terbatas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa 
sallam pernah berqurban untuk seluruh umatnya. Ada juga seseorang (di masa Nabi 
shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang berqurban dengan satu kambing untuk dirinya 
beserta keluarganya walau jumlahnya 100.”

Al Lajnah Ad Daimah ditanya, “Ada keluarga terdiri dari 22 anggota. Mereka 
tinggal di satu rumah dan yang beri nafkah pun satu orang. Di hari Idul Adha 
yang penuh berkah, mereka berencana berqurban dengan satu qurban. Apakah 
seperti ini sah atau mesti dengan dua qurban?”

Jawaban para ulama yang duduk di Lajnah, “Jika anggota keluarga banyak dan 
berada dalam satu rumah, maka boleh saja berqurban dengan satu qurban. Akan 
tetapi jika bisa berqurban lebih dari satu, itu lebih afdhol.” (Fatawa Al 
Lajnah Ad Daimah, 11: 408).

Wallahu waliyyut taufiq.


Referensi: Fatawa Al Islam Sual wal Jawab no. 45916

Artikel www.rumaysho.com

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

Popular Posts