Kamis, 10 Juli 2014

Tidak Mungkin!
Oh tidak mungkin ini terjadi! Mustahil itu terjadi!
He he he , santai saja lagi, memangnya anda tuhan kok menyatakan mungkin atau tidak mungkin?
Ada lagi yang berkata: Tidak mungkin fulan demikian atau demikian.
Waduh, nampaknya fulan tersebut telah "dinobatkan" sebagai "nabi baru" atau bahkan tuhan moderen.
Sobat! Ungkapan di atas adalah jeritan batin saya, menanggapi ucapan sebagian orang yang berkata dan mencemooh saya karena beberapa waktu lalu secara proaktif mendukung salah satu capres.
Ada yang berkata: mustahil akun facebook ini dikelola langsung oleh seorang yang bergelar doktor, adalagi yang berkata mustahil seorang salafy melakukan tindakan semacam ini, dan ada lagi yang mengatakan: mustahil seorang yang berilmu berpendapat seperti ini. Dan masih banyak komentar serupa lainnya.
Sobat! Ketahuilah bahwa komentar komentar di atas, semakin menjadikan saya mantap dengan sikap saya. Saya ingin menunjukkan bahwa tiada hal yang mustahil bagi Allah Azza wa Jalla, siapapun bisa berbuat salah dan bisa benar, termasuk saya. Saya tidak ingin menambah dosa dengan membiarkan apalagi menikmati anggapan sebagian orang bahwa saya pasti benar dan selalu benar.
Namun saya sebagai manusia biasa telah berusaha untuk mengucapkan dan menulis apa yang menurut saya benar walaupun belum tentu benar menurut Allah.
Seorang muslim -siapapun dia- bisa berbuat salah dan bisa berbuat khilaf, tanpa terkecuali anda yang berkomentar seperti di atas, apalagi saya yang membuat status seperti yang anda keluhkan.
Kalaupun saudara telah belajar agama, bahkan menjadi ustadz ataupun ulama', bukan berarti anda selalu benar. Demikian pula dengan diri saya, bukan berarti kalau saya punya akun di facebook, pasti selalu benar.
Sobat! Benar atau salah adalah satu hal yang melekat dengan setiap insan. Bisa jadi hari ini anda benar namun bisa jadi pula besok anda salah. Dan uniknya, kadang kala anda salah namun demikian tetap ngotot dan merasa benar bahkan paling benar.
Merasa diri selalu benar atau meyakini bahwa ustadz panutan anda pasti selalu benar adalah bentuk "keterbelakangan dalam berpikir", atau "pola pikir yang sempit" dan tentu itu bukan dari ajaran Islam walaupun dibela mati matian oleh seorang yang berbaju jubah apalagi berbaju metal.
Sobat! Berjiwa besar memang mudah diucapkan, namun susah diterapkan, kecuali oleh orang orang yang memang benar benar berjiwa besar. Adapun "katak dalam tempurung" maka jiwa besar hanyalah menjadi slogan dan ucapan kosong tanpa pembuktian.
Sobat! Sadarilah bahwa masalah menggunakan hak suara atau tidak adalah ranah ijtihad, yang masing masing bisa benar dan bisa salah. Karena itu sikapilah dengan bijak, suatu saat akan terbukti anda yang benar dan saya yang salah atau sebaliknya saya yang benar sedangkan anda yang salah.
Camkan baik baik sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ، فَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ،
Setiap anak keturunan nabi Adam pastilah banyak berbuat kesalahan, dan sebaik baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang pandai/banyak bertaubat ( mengakui kesalahannya). Riwayat Ahmad dan lainnya.
Sobat! Sadarilah bahwa orang yang bertakwa bukanlah orang yang terbebas dari kesalahan, namun orang yang bertakwa adalah orang yang ringan tangan berbuat kebaikan dan menyesali kesalahan.
Adapun orang yang merasa bahwa dirinya atau ustadznya pasti terbebas dari kesalahan maka sejatinya itu adalah bentuk dari kesesatan.

By Ustadz DR Muhammad Arifin Badri, Lc, MA

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts