Kamis, 10 Juli 2014

Kisah nyata ini diceritakan oleh Dokter Abu Anas dari Palestina, dia berkata:
Sejak sembilan tahun aku bekerja pada salah satu bagian Unit Gawat Darurat disebuah rumah sakit. Setiap hari aku menemui berbagai macam keadaan dari para pasien yang berbeda. Aku memberi untuk pasien resep dan aku juga menasehati yang lain agar beristirahat.
Aku letakkan pasien ketiga sebagai perhatian dan aku pindah ke pasien lain untuk perawatan intensif. Aku sering meminta kepada para pasien untuk melakukan test darah, air seni, dan tinja. Hal ini merupakan test rutin. Lalu kami memberikan kepada pasien sebuah botol kecil dari plastik yang sudah disterilkan untuk meletakkan sampel dari hasil tes yang akan kami lakukan, setelah kami menulis nama pasien pada kertas yang ditempelkan pada botol ini.
Pada suatu hari, ada seorang bocah berusia 9 tahun datang ke bagian Unit Gawat Darurat, ia mengeluhkan rasa perih dalam perutnya. Setelah kami memeriksanya, kami meminta bocah tersebut untuk melakukan pemeriksaan air seni pada laboratorium. Kami memberikan sebuah botol dan kami tanya namanya untuk kami tuliskan pada botol, dia bernama Muhammad.
Kami tulis nama dan kami minta dia supaya memberikan sampel, bocah itu mengambil botol dan setelah beberapa saat bocah itu kembali, tetapi ia kembali dengan botol kosong. Lalu kami ingatkan dia mengenai pentingnya memberikan sampel air seninya dalam botol untuk pemeriksaan, akan tetapi ia dengan sangat keras hati menolak untuk meletakkan sampel dalam botol. Apakah kalian tahu kenapa?
Karena dia melihat pada botol itu tulisan nama Muhammad, maka dia menolak sebagai bentuk pengagungan terhadap nama Nabi Muhammad.
Lalu aku menangis tersedu-sedu dan aku merasa terkesima dengan kekerasan sang bocah hingga batasan ini.
Akupun mendoakan kebaikan baginya, sungguh dia telah mengingatkan aku mengenai sebuah masalah yang aku tidak pernah memperhatikannya selama bertahun-tahun. Ini adalah kedudukan Nabi kita di mata anak-anak kita wahai orang-orang yang kalian tidak mengetahui kedudukan beliau dan kalian berbuat buruk kepadanya!

Sumber : FP @MajalahQiblati

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts