Rabu, 02 Juli 2014

Ust Aan Chandra Thalib hafidzahullaah.

Tepat sembilan hari menjelang wafatnya Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- turunlah firman Allah yang berbunyi:

(وَاتّقُواْ يَوْماً تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللّهِ ثُمّ تُوَفّىَ كُلّ نَفْسٍ مّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ يُظْلَمُونَ)

Artinya:

“ Dan peliharalah diri kalian dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kalian semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak didzalimi.” (Al Baqarah : 281)

Semenjak itu raut kesedihan mulai tampak pada wajah beliau yang suci. "Aku ingin mengunjungi syuhada Uhud ujar beliau." Beliaupun pergi menuju makam syuhada Uhud, sesampainya disana beliau mendekati makam sahabat-sahabatnya dan berkata, “Assalamu'alaikum wahai syuhada Uhud, kalian adalah orang-orang yang mendahului, kami, insya Allah, akan menyusul kalian dan aku pun insya Allah akan menyusul kalian."

Ditengah perjalanan pulang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menangis. Para sahabat bertanya, "Apa yang membuatmu menangis wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Aku rindu kepada saudara-saudaraku." Mereka berkata, "Bukankah kami adalah saudara-saudaramu ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun saudara-saudaraku mereka adalah kaum yang datang sesudahku, mereka beriman kepadaku padahal mereka tak pernah melihatku."

(HR. Ahmad)

Dan kini tersisa beragam tanya:

Apakah kita yang dirindukan itu...?
Bila iya, Sudahkah kita merindukannya...?
Sudahkah kita beriman sehingga pantas dirinduinya...?
Sudahkan kita mengamalkan sunnahnya sebagai bukti cinta...?
Pantaskah diri yang lalai ini dirindukan Rasul yang mulia...?
Duhai.. alangkah malangnya bila yang dirindukan itu terusir dari telaga haudhnya.
Alangkah malangnya bila nanti terdengar kata darinya, "menjauhlah dari telagaku..."
Kau tau kenapa...? Karena mereka merubah-rubah Agama yang dibawanya.

Wahai insan yang dirindu.... Ikutilah manhaj hidup insan mulia yang merindumu, jauhi segala bentuk bid'ah dalam beragama, agar cintamu tak bertepuk sebelah tangan. Ingat selalu firman Allah azza wa jalla:

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 3:31)

Ingat sobat.... Ditelaga haudh dia menanti kita..

إنِّي فَرَطٌ لَكُمْ وَأَنَا شَهِيدٌ عَلَيْكُمْ، وَإِنِّي وَاللهِ لَأَنْظُرُ إِلَى حَوْضِي الْآنَ

“Aku akan mendahului kalian di telaga. Aku sebagai saksi atas kalian" dan sesungguhnya—demi Allah— saat ini aku sedang memandang telagaku itu ” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Madinah 06-06-1435 H
Dikutip dari Grup WA

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts