Sabtu, 28 Juni 2014

Ust Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

Umat Islam di Indonesia pada umumnya akan berhenti makan dan minum bila masuk waktu imsak. Kira-kira antara 10-15 menit sebelum masuknya waktu subuh. Alasannya untuk berjaga-jaga.

Benarkah anggapan ini.?

Di dalam Al-Qur'an Allah ﷻ berfirman :

 " …Makan dan minumlah hingga jelas bagi mu antara benang putih dan benang hitam iaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai malam..."
(Lihat QS Al-Baqarah ayat 187)

Yang dimaksud dengan benang hitam ialah gelapnya malam. Adapun benang putih adalah cahaya siang. (lihat Shahih Muslim. 1053)

Dalam Shahih Bukhari dan Muslim terdapat riwayat dari Qasim dari 'Aisyah bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda yang artinya;

“Jangan sampai Adzan Bilal menghalangi kalian makan sahur, karena ia mengumandangkan adzan pada malam hari. Makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan, karena ia tidak mengumandangkan adzan melainkan bila fajar telah terbit"

Dalam hadits yang lain beliau menegaskan lagi, "

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَالإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلاَ يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِىَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

"Jika salah seorang di antara kalian mendengar azan sedangkan sendok terakhir masih ada di tangannya, maka janganlah dia meletakkan sendok tersebut hingga dia selesai menunaikan hajatnya".

Jadi.. berdasarkan dalil-dalil diatas dapat disimpulkan bahwa:

1. Waktu imsak yang berkisar antara 10-15 menit menjelang shubuh tidak disyariatkan

2. Waktu imsak yang benar adalah saat adzan shubuh yang kedua dikumandangkan.

3. Disunnahkan untuk mengumandangkan adzan 2 kali pada waktu subuh.

والله أعلم بالصواب
_________________
ACT El-Gharantaly
GTLO, 01-09-1435 H

Grup WA Bersemilah Ramadhan

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts