Sabtu, 28 Juni 2014

Ust Badrusalam, Lc hafidzahullaah

Kata orang, "Imsak itu untuk kehati-hatian saja agar tidak bersahur ketika fajar menyingsing.."

Apa betul alasan itu?

Coba perhatikan hadits ini:

Nabi  ﷺ bersabda :

إذا سمعتم النداء والكأس على يد أحدكم فلا يضعه حتى يقضيه منه

"Apabila kalian mendengar adzan, sementara gelas berada di tangan, maka janganlah ia meletakkannya sampai menyelesaikan hajatnya."

Hadits ini membatalkan imsak sampai ke akar-akarnya..

Perhatikan juga kaidah berikut:

الأصل بقاء ما كان على ما كان

"Pada asalnya tetap pada keadaan sebelumnya."

Pada asalnya malam masih ada sampai jelas masuknya waktu fajar, bila ada yang makan sahur dengan dugaan waktu sahur masih ada ternyata fajar sudah masuk maka puasanya sah berdasarkan kaidah itu..

Kaidah ini juga membatalkan imsak..

Al Hafidz ibnu Hajar rahimahullahu berkata :
Termasuk bid'ah yang mungkar yang terjadi di zaman ini, mematikan lampu-lampu sebagai tanda haramnya makan dan minum bagi orang yang ingin berpuasa dengan alasan kehati-hatian dalam ibadah.. (Fathul Baari 4/199).

Tampak jelas bahwa imsak bukan sunnah..

Semoga bermanfaat

أَسْعَدَ اللّهُ اَيَّامَكُمْ

Semoga Allah Ta'alaa menjadikan hari-harimu penuh dengan kebahagiaan.

Selamat menunaikan ibadah puasa..

~合    人      ~
    噩(_)会会噩
    噩同噩画[]][ []噩
‎​

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts