Senin, 02 Juni 2014

Nizar (Manager PT.Telkom) – Menghafal Al Quran Hanya 1,5 Tahun

Nizar, seorang Manager di PT Telkom, bapak tiga anak, usia 37 tahun – telah berhasil menghafal Al Qur’an 30 juz dalam waktu yang relatif singkat yaitu sekitar 1,5 tahun.
*Subhanallah Alhamdulillah, Allahu Akbar*.

Berikut ini kisah yang beliau sampaikan dalam acara MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) di masjid Al Hikmah TELKOM Divre 3 Sabtu, 11 April 2009.

Membangun motivasi antara lain dengan cara:

1. Ketika umroh (alhamdulillah mendapat penghargaan dari perusahaan) berdo’a agar dijadikan oleh Allah sebagai bagian dari orang-orang penghafal Al Qur’an.
2. Menanamkan dalam diri untuk tidak mengingkari nikmat Allah yang telah begitu banyak Allah berikan.
3. Berazam untuk tidak kembali kepada kemaksiatan (menghambur- hambur waktu, suka marah kepada istri dll).
4. Saya harus hafal Al Qur’an sebelum usia 40 tahun. Metode yang dipakai oleh beliau dalam menghafal Al Qur’an antara lain sebagai berikut:

#Kegiatan menghafal didahului dengan belajar tahsin (membaguskan bacaan Al Qur’an). Di sini ditanamkan bahwa kegiatan tahfidz tidak akan berhasil baik jika bacaan (tilawah Al Qur’an) belum baik dan benar sesuai kaidah yang benar. Nizar belajar tahsin di MAQDIS pimpinan ustadz Syaiful Islam Mubarok, Lc, MAg.
#Nizar berusaha menghafal solitair tanpa guru dan sudah berhasil menghafalkan 8 juz, namun untuk menambah hafalan dirasa berat sekali jika tanpa guru, oleh karena itu memutuskan untuk belajar tahfidz (hafalan) di masjid Habiburrahman (PT DI) di bawah asuhan ustadz Abdul Azis Abdur Rauf, Lc (al hafidz).
#Quantum Memori Al-Qur’an (sebuah metode yang dipakai oleh Yayasan Baitul Hikmah Bandung yang juga dipakai oleh ESQ-nya Ary Ginanjar Agustian)

Pilih salah satu dari 2 tipe penghafal:

TIPE LAMBAT: tidak akan menambah hafalan jika hafalan lama belum sempurna betul, sehingga waktu banyak dipakai untuk mengulang-mengulang hafalan.
TIPE CEPAT: lebih dipentingkan setoran tambahan, jika dirasa sudah hafal, langsung setor kepada pembimbing dengan mengesampingkan terlebih dahulu kegiatan mengulang hafalan.

#Kiat-kiat yang dipakai Nizar antara lain sebagai berikut:

1. Atur kembali ”jadwal hidup”, bangun jam 12 malam, manfaatkan waktu sampai shubuh untuk menghafal yang baru dan mengulang hafalan.
2. Alokasi waktu yang paling mudah dikurangi adalah waktu tidur, resikonya bulan-bulan pertama bakal ngantuk sebagai tantangan utama, namun selanjutnya akan teratasi.
3. Memanfaatkan ”waktu-waktu tunggu” untuk menghafal dan mengulang hafalan, antara lain: Menunggu rapat dimulai, Menunggu lampu hijau menyala,Saat-saat macet, ”Waktu break”, daripada ngobrol nggak jelas, lebih baik untuk menghafal.
4. Beristiqomahlah dalam menghafal dengan cara: Selama menghafal perbanyak beramal sholeh, menjaga sedemikian rupa sehingga sholat fardhu tidak terlambat, meski hanya terlambat takbiratul ihram.
5. Menambah ibadah sunah (sholat tahajud, sholat rawatib shoum sunah dll).
6. Menjaga perut karena sangat rawan dan berpengaruh terhadap penyakit ”ngantuk”.
7. Sensitif terhadap makanan yang halal, selalu memperhatikan label halal terhadap makanan kemasan.
8. Menambah infaq.
9. Banyak berdo’a agar dimudahkan oleh Allah, karena senjata pamungkasn muslimin adalah do’a.

Closing remark: ”Kesibukan di kantor tidak mengurangi kesempatan berinteraksi dengan Al Qu’an”

Kiat-kiat yang disampaikan oleh ustadz Abdul Azis Abdur Rauf, Lc (al hafidz):

Jangan merasa cukup dengan apa yang sudah kita lakukan. ”ah, tadi pagi kan sudah membaca Al Qur’an, sekarang tidak perlu”. ”ah, kemarin kan sudah, sekarang tidak usah” harus dihilangkan.

Berusahalah untuk merasakan kenikmatan dan mendambakan kenikmatan berlama-lama berinteraksi dengan Al Qur’an

Yakinlah atas mu’jizat Al Qur’an sehingga kita bisa merasakan keagungan Al Qur’an.

Benchmark: rokok saja (yang jelas- jelas tidak ada gunanya bahkan haram menurut fatwa MUI) bisa membuat orang ”sangat akrab”, masa tidak bisa akrab dengan Al Qur’an.

Perbanyak tilawah Qur’an dengan belajar dari best practice: Abu Hanifah

Via Grup WA An-Nashihah.

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts