Sabtu, 10 Mei 2014

Wabishoh bin Ma'bad datang kepada Rasulullah  ﷺ.
Beliau ﷺ bersabda: Bukankah kamu datang untuk bertanya tentang kebaikan?..
Mintalah fatwa hati nuranimu..
Kebaikan adalah yang membuat hatimu tenang..
Dan menjadikan jiwamu tenteram..
Sedangkan dosa adalah yang meragukan hatimu..
Dan membuat jiwamu tak tenteram..
Walaupun manusia berfatwa apapun..
(HR Ahmad)

Namun..
Apakah kebaikan itu sebatas meminta fatwa kepada hati..
Padahal Allah ﷻ telah menurunkan wahyu-
Nya..
Apakah setiap orang boleh mencukupkan dengan hatinya..
Walaupun bertentangan dengan kitabullah..
Tentu tidak..

Rasulullah ﷺ berbicara kepada shahabat wabishoh..
Sahabat yang hatinya amat bening..
Hatinya bercahaya dengan ilmu dan hikmah..
Hatinya selamat dari hawa nafsu dan syahwat..
Ia hanyalah tepat untuk orang yang Allah Sinari hatinya dengan ilmu..
Dan badannya dihiasi dengan sifat Waro'..
Sebagaimana dihikayatkan dari banyak ulama salaf umat ini..
Demikian Imam Al Qurthubi menjelaskan..
Hati pelaku maksiat..
Tak mampu membedakan kebenaran dan kebatilan..
Karena ia telah dikotori oleh hawa nafsu dan syahwat..
Wahyulah sebagai tuntunan..

Hati bila telah dihiasi dengan ketundukan kepada wahyu..
Ia dapat merasakan kebenaran.

By Ust Abu Yahya Badru Salam hafizhahullah

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts