Selasa, 13 Mei 2014

Majalah Qiblati

BERFIKIR JERNIH
OLeh: Dr. Majdi ar-Rib’i

• Mengapa tidak ada satu pun penganut Syiah di penjara Guantanamo?
• Mengapa Barat tidak memasukkan satu pun organisasi Syiah ke dalam daftar kelompok “teroris” versi mereka?
• Apa peran sesungguhnya yang telah dimainkan oleh Hizbullah di Libanon Selatan?
• Mengapa pesawat tanpa awak Amerika membombardir kubu Anṣār Syariah dan membiarkan kelompok Houti [yang Syiah], padahal keduanya berada di Yaman?
• Mengapa Prancis bersikeras menolak memasukkan Hizbullah ke dalam daftar kelompok teroris [versi Barat]?
• Mengapa Barat berusaha dengan segala cara menggagalkan berdirinya negara Islam Sunni, dari Afganistan hingga ke Somalia, Mali, dan Yaman? Sebaliknya mereka membiarkan Iran yang menganut Syiah menjadi memupuk kekuatan dan dominan di kawasan Teluk?
• Mengapa Barat membiarkan Syiah melebarkan sayapnya di Afrika dan menghalang-halangi lembaga-lembaga sosial Sunni?
Simak dan perhatikanlah dengan seksama?!

Dr. Majdi ar-Rib’i, seorang pakar sejarah berkata,
“Sesungguhnya saya telah menghabiskan waktu tidak kurang dari sepuluh tahun bersama Syiah. Saya melakukan studi tentang sejarah mereka dan menelisik peninggalan-peninggalan mereka, meneliti tokoh-tokoh mereka, dan konflik mereka dengan Ahlussunnah. Itu semua menjadi bagian dari perjalanan akademis saya hingga meraih gelar Magister dan Doktoral dalam bidang Sejarah Syiah, tepatnya Syiah di kawasan Irak dan Iran.

Penelitian saya sampai pada kesimpulan tentang Syiah kebatinan yang menghalalkan darah kaum muslimin. Mereka menyebarkan ajaran Syiah dengan tirani yang kejam, sehingga mereka dapat memaksakan jutaan orang Ahlussunnah wal Jamaah menjadi pemeluk Syiah. Ahli sejarah mencatat, korban pembantaian berdarah yang dilakukan oleh Daulah Shafawiyah terhadap umat Islam mencapai sejuta nyawa. Mereka menjadi korban kebengisan tangan-tangan sekte Rafidhah yang menggenggam pedang-pedang permusuhan; Iran yang Sunni pun berubah menjadi Iran yang Syiah Rāfidhah.

Bahkan kelakuan yang lebih buruk mereka perlihat pada saat-saat krusial dalam perjalan sejarah umat Islam. Mereka membangun persekongkolan dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani memusuhi Ahlussunnah wal Jamaah, hal mana telah menyebabkan terhentinya futuhāt (penaklukkan-penaklukkan) yang dilakukan oleh Daulah Turki Usmani di Eropa pasca penaklukkan Eropa Timur.

Pasukan Turki Usmani berhasil memasuki jantung Eropa dan melakukan pengepungan terhadap kota Wina, akan tetapi tikaman dari belakang yang dilakukan oleh orang-orang Ṣafawiyah menyebabkan penguasa Usmani mengambil keputusan untuk menarik pasukan dari Wina kembali ke wilayah Timur, sehingga impian untuk menaklukkan daratan Eropa dan mengislamkan penduduknya pun sirna. Hal mana yang mendorong salah seorang pakar sejarah Eropa berkata, ‘Jika bukan karena pengkhianatan orang-orang Ṣafawiyah yang Syiah terhadap Daulah Turki Usmani dengan melakukan tikaman dari belakang, niscaya orang-orang Usmani telah berkuasa seluruh Eropa dan Eropa pun berubah menjadi benua Islam.’

Di antara peristiwa yang sangat menyita perhatian saya, sementara saya tidak percaya ada orang apalagi yang mengaku sebagai pemeluk Islam yang melakukannya, yaitu perbuatan orang-orang Qarāmiyah (salah satu sekte Syiah) terhadap Baitullah, Mesjidil Haram pada tahun 317 H pada hari Tarwiah. Mereka menyerang jemaah Haji dan menewaskan lebih dari tiga puluh ribu jiwa, menghancurkan kubah air Zamzam, mencopot pintu Ka’bah, melepaskan kiswah, dan membantai semua orang yang meminta suaka dengan berpegangan kepada kiswah Ka’bah. Mereka kemudian mengubur para korban di sumur Zamzam, kemudian melepas Hajar Aswad dari tempatnya dan membawanya kabur ke negeri mereka..!

Peristiwa ini menjadi pembenar bagi ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah tentang Syiah kebatinan bahwa kekafiran mereka lebih parah daripada Yahudi dan Nasrani, oleh karena itu wajib memerangi mereka karena mereka sama hukumnya dnegan orang-orang yang murtad.

Hari ini, setelah apa yang terjadi dan kita saksikan di Suriah, perbuatan para penyembah [Basyār] al-Asad yang membantai Ahlus Sunnah merupakan bagian dari rantai kejahatan pembunuhan yang tidak terbayangkan bahkan tidak pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Tatar sekalipun, demikian juga dengan Penistaan dan penghancuran Mesjid; Saya menjadi yakin bahwa Basyār al-Asad dan para loyalisnya dari sekte Nuṣayriyah (al-‘Alawiyah) termasuk keturunan mereka.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya,

ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِنْ بَعْضٍ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (٣٤)

(sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain.
(Q.S. Ali ‘Imrān/03: 34).

‘Dan Sejarah pun mengulang dirinya sendiri..!!’”
Demikian Dr. Majdi ar-Rib’i, seorang pakar sejarah.

Berdasarkan paparan di atas saya sampaikan bahwa saat ini kita berkewajiban mempublikasikan informasi-informasi seperti ini guna menyingkap penipuan-penipuan yang ditujukan kepada Ahlu Sunnah.

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts