Rabu, 30 April 2014

Saudaraku,
Mata bersikap benar, apabila ia mengalirkan hujan gerimis yang tertumpah pada bumi kesalahan, dihadapan Tuhan Yang Maha Pemaaf lagi Pengampun, Yang menyukai hamba-Nya yang memohon kepada-Nya dengan menguraikan air mata; Dia senang mendengarkan deraian itu pada sepertiga malam yang akhir, dan pada waktu pagi dan sore si hamba mengadili dirinya, menghisab dirinya.

Hendaklah bersama Ibnul Qayyim rahimahullaah mengulang ucapannya terhadap diri :
"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, lalu Dia meminta darimu satu butir pasir, tetapi kamu kikir kepada-Nya. Dia sudah menciptakan tujuh lautan, lalu Dia menginginkan satu tetes air mata, tetapi kamu mengeringkan matamu."

Sujud pada malam hari ketika manusia tidur lelap dan saat suasana hening itu punya cita rasa tersendiri dan kelezatan yang khas. Saat itu, munajat terasa nikmat, sebab kegelapan malam membuat mata manusia gagal melihat dan memantau orang yang sujud. Ia pun berduaan dengan Allah Ta'ala, merasa bersama-Nya serta Dia mendengar doa-doanya ketika ia berdoa kepada-Nya dan mengakui dosa-dosa di depan-Nya.

Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ 

"Tuhan kita Tabaaraka wa Ta'ala turun pada setiap malam ke langit dunia saat sepertiga malam terakhir. Lalu dia berkata, 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan. Siapa yang memohon kepadaku, niscaya akan Aku berikan. Siapa yang meminta ampun kepada-Ku, niscaya akan aku ampuni." (HR. Bukhari, Kitab Tauhid, no. 6940, Muslim, Shalatul Musafirin, no. 1262)

Kerinduan munajat saat sujud di malam hari membuat jiwa orang-orang yang rindu kepada Allah gelisah jika kehilangan saat-saat mahal tersebut.
Begitulah Allah Ta'ala menyifati mereka dengan firman-Nya,

 تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ 
  
"Lambung mereka jauh dari tempat tidur mereka dan mereka berdoa kepada tuhan mereka dengan rasa takut dan harap, dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang kami berikan kepada mereka."
(Lihat QS As-Sajdah :16)

Ketika mata menekan mereka untuk tidur dan ranjang menggoda mereka, maka kelezatan sujud di keheningan malam, ingat mati, dan muhasabah, itu mengalahkan 'tekanan' mata dan godaan ranjang. Mereka pun melakukan Qiyamul-Lail, sebab sujud ketika itu terasa nikmat.

Sobat,
Larang mata anda merasakan tidur
Dan, biarkan air mata membasahi pipi
Ketahuilah, suatu ketika, Anda akan mati dan dihisab.

Wallaahul Muwaffiq





0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts