Senin, 03 Maret 2014


Aku tdk akan benar benar mengerti nilai sesuatu kecuali setelah ia hilang darikuAyahanda yang berjuang mencari nafkah, berjemur di bawah terik matahari...
memikul barang dagangan yang berat tanpa ada rasa malu demi kami anak anaknya...
Tubuh berpeluh tak kenal lelah...
kulit bertambah hitam demi kecerian wajah putra putrinya...

Sekarang engkau telah tiada...
Aku tak tahu apakah engkau pergi dalam kondisi rido kepada anakmu ini...
apakau engkau memaafkan kesalahan-kesalahan anakmu ini...?

Masih terasa sedih hati ini tatkala engkau dengan malunya meminta sedikit biaya dariku lalu aku berkata "Maaf ayahku, ananda lagi tidak ada uang, lain waktu insyaa Allah..."

Kalimat yang kulontarkan tentu menyakitkan hatimu, tapi terpaksa kuucapkan karena kondisiku tatkala itu..

Tapi aku yakin engkau telah memaafkanku...
Kabar gembira yang membuatku terharu...
sebelum meninggal engkau membeli pakaian yang banyak lalu engkau bagi bagikan ke para tetangga, bahkan engkau membagi bagikan uang kepada mereka..

Bahkan dengan yakin engkau berkata "Aku akan menetap di surabaya, kalau kalian ingin lihat anak anakku maka mereka akan datang ke surabaya..."

Sungguh benar engkau wahai ayahku...
anak-anakmu seluruhnya telah datang memenuhi panggilanmu...
akan tetapi setelah engkau dalam kafanmu...
Hanya tinggal aku anakmu ini yang belum bisa menemuimu...
semoga Allah memudahkan...

Semoga ucapan terakhirmu ..."Astaghfirullah.. Laaa ilaaaha illallah..." menghapuskan seluruh dosa dan kesalahanmu...

Semoga itu merupakan pengkabulan dari Maha Kuasa tatkala kami anak-anakmu umroh bersama pekan yang lalu...

Sekarang hanya penyesalan diriku yang tiada guna...

Masih terlalu banyak kebaikan yang aku cita citakan untuk kupersembahkan kepadamu ayahanda....namun...Semoga engkau memaafkan kekuranganku selama ini...

Engkau adalah pintu surgaku yang pernah terbuka lebar...akan tetapi sekarang telah tertutup...

Semoga senyumanmu dalam kafanmu menandakan rahmat Allah yang senantiasa menyertaimu...

PUTRAMU YANG SELALU MENDOAKANMU....
Firanda Andirja.

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts