Selasa, 12 November 2013

Penamaan Syi'ah dengan Rafidhah disebutkan oleh salah satu pembesar mereka yaitu al-Majlisi dalam kitabnya Biharul Anwar. Dia mengatakan," Bab tentang keutamaan orang-orang Rafidhah dan terpujinya menamakan diri dengannya." Kemudian dia menyebutkan  riwayat Sulaiman al-A'masy, dia mengatakan: "Aku memasuki tempat Abu Abdullah Ja'far bin Muhammad. Aku berkata," Aku menjadi penebusmu, sesungguhnya manusia menamai kita dengan nama Rawafidh (bentuk jama' dari Rafidhah- pent), sebenarnya apa makna Rawafidh? Maka dia berkata," Demi Allah, sebenarnya bukan mereka yang menamai, tetapi Allah-lah yang menamai kalian dengan nama itu dalam kitab Taurat dan Injil melalui perkataan Musa dan 'Isa."[1]

Dikatakan juga, mereka diberi nama Rafidhah dikarenakan mereka mendatangi Zaid bin Ali bin Husain seraya berkata,"Berlepas dirilah kamu dari Abu Bakar dan Umar, dengan demikian kami akan bergabung bersamamu," kemudian Zaid menjawab, "Mereka berdua adalah shahabat kakek saya (Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam), justru aku setia dan cinta kepada mereka berdua." Maka mereka berkata: "Jika demikian kami menolakmu." Dengan demikian mereka diberi nama "Rafidhah" artinya golongan penolak. Adapun orang-orang yang berbai'at dan setuju dengan Zaid diberi nama Zaidiyyah.[2]

Dalam suatu pendapat dikatakan mereka diberi nama Rafidhah dikarenakan menolak kepemimpinan Abu Bakar dan Umar.[3]
Dalam pendapat yang lain, diberi nama Rafidhah dikarenakan penolakan mereka terhadap agama.[4]

Berbagai Macam Sekte Rafidhah

Dijelaskan dalam kitab Daairatul Maarif bahwa Syi'ah ini bercabang-cabang menjadi lebih dari tujuh puluh tiga golongan yang terkenal.[5]

Bahkan disinyalir sendiri oleh seorang Rafidhah bernama Mir Baqir ad-Damad[6]bahwa hadits yang menjelaskan tentang terbaginya umat menjadi 73 golongan adalah Syi'ah, dan yang selamat dari golongan-golongan ini adalah Syi'ah Imamiyyah.

Dikatakan oleh al-Maqrizi bahwa golongan mereka berjumlah sampai tiga ratus golongan.[7]

Disebutkan oleh asy-Syahrastani bahwa Rafidhah terbagi menjadi lima bagian: al-Kisaaniyyah, az-Zaidiyyah, al-Imamiyyah, al-Ghaliyyah dan al-Isma'iliyyah.[8]

Al-Baghdadi berkata, "Rafidhah setelah masa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu terbagi menjadi empat golongan, Zaidiyyah, Imamiyyah, Kisaaniyyah, dan Ghulaat."[9]dengan satu catatan bahwa Zaidiyyah tidak termasuk dalam golongan Rafidhah, namun ada kelompok al-Jarudiyyah sempalan dari Zaidiyyah yang masuk ke dalam Rafidhah.

Kota Zamrud Khatustiwa,
Bontang, 08 Muharram 1435 H

***
[1] Kitab Baiharul Anwar karangan al-Majlisi (65/97) 
[2] At-Ta'liqaat 'ala Matni Lum'atil I'tiqaad oleh Syaikh Abdullah al-Jibrin, 108.
[3] Maqaalaatul Islamiyyin (1/89), catatan kaki oleh Muhyiddin Abdul Hamid.
[5] Daairatul Maarif, 4/67
[6] Dia adalah Baqir bin Muhammad al-Istirabadi, lebih dikenal dengan nama Mir ad-Dammad, meninggal tahun 1041. Lihat biografinya dalam buku al-Kuna wal Al-Qaab, karya Abbas al-Qummi: 2/226.
[7] Al-Maqrizi, al-Khutat, 2/351
[8] Asy-Syahrastani, al-Milal wan Nihal, 147
[9] Al-Baghdadi dalam al-Farqu bainal Firaq, 41

---
Disalin dari : MIN 'AQAAIDISY SYI'AH,
Syaikh Abdullah bin Muhammad as-Salafi
Edisi Indonesia : Inilah Kesesatan Aqidah Syi'ah.
Penerbit : Jaringan Pembelaan Sunnah


0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

Popular Posts