Kamis, 07 November 2013

Sahabatku,
Mari merenung sejenak..
Ibumu.. Ibumu.. Wahai sahabatku..

Ibumu tentu sangat senang
Jika melihat putra-putrinya sekarang telah dewasa dan bermanfaat bagi keluarga barunya
Namun, ibumu pasti lebih bahagia jika beliau merasakan kemanfaatan dirimu untuknya di hari-hari tuanya

Ibumu tak cemburu melihat perhatianmu begitu banyak tercurah kepada istri dan anak-anakmu,
Namun, ibumu tentu sangat merindu menerima telepon walau sebentar dari putra kesayangannya dan hanya menanyakan : "assalamu 'alaikum, sehat Bu? "

Ibumu sangat menganjurkan dirimu sering memberi hadiah kepada istri, anak-anakmu, atau sahabat-sahabatmu sebagaimana anjuran Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam: “saling
memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai…” HR. Bukhori di Adab Almufrad dari Abi Hurairah.
Namun, apakah engkau tiada sempat sisihkan harta untuk membeli hadiah bermanfaat kemudian menghadiahkan kepada ibunda tercinta agar semakin erat rasa cintamu padanya? Seseorang yang telah korbankan rasa sakit, susah payah dan lelah hanya untuk mengukir senyum dan bahagiamu tentu lebih berhak engkau dahulukan hadiahnya

Saat Ibumu telah tiada, apakah semuanya terlambat sahabatku ??

Tentu tidak , alhamdulillah masih ada peluang emas bagimu untuk sedikit memberikan yang terbaik untuk "nya" disana, kerana engkau adalah karya terbaik(anak shalih) yang pernah diukirnya, maka doakan kebaikannya untuk"nya".

Sebagaimana sabda Nabi:
“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih” (HR. Muslim no. 1631)

Sahabatku, tidak harus kaubelanjakan semua hartamu untuk membalas kasih"nya", tapi cukup dimulai dari sesuatu yg kecil namun bermanfaat dan mulailah sekarang.. Seandainya pun waktu begitu sempit bagimu, luangkan dalam sholatmu doa kebaikan untuk"nya"

Ibumu.. Ibumu.. Ibumu..
Sumber : 
MuslimJogja.com | PinBB: 2A3DCAF5

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

Popular Posts