Kamis, 10 Oktober 2013

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-sa’di Rahimahullah berkata: “Ketahuilah bahwa setiap manusia mendambakan dirinya memiliki jiwa yang tenang, gembira, tidak sedih dan susah. Karena dengan ketenangan jiwa hidupnya makin baik dan penuh dengan kegembiraan…
Adapun diantara penyebab yang menjadikan jiwa tenang adalah:
  1. Beriman dan beramal sholeh sebagaimana firmanNya dalam surat An-Nahl : 97.
  2. Berupaya berbuat baik terhadap manusia dengan perkataan, perbuatan, dan semua bentuk kebajikan… sebagaimana dalam surat An-Nisa 114.
  3. Menyibukan diri dengan pekerjaan dan ilmu yang bermanfaat, karena dengan upaya ini akan memadamkan kegoncangan jiwa.
  4. Memusatkan pikirannya untuk melakukan pekerjaan pada hari ini dan tidak dihantui oleh pikiran-pikiran masa depan atau kesedihan masa lalu.
  5. Senantiasa berdzikir kepada Allah, karena ingat kepada allah memperkuat kelapangan jiwa dan ketenangan hati, sebagaimana firmanNya di surat Ar-Ro’du 28.
  6. Sering menyebut nikmat Allah, baik yang nampak atau yang tersembunyi, karena dengan meneritakan nikmat allah akan menghilangkan kesedihan dan kegelisahan hati.
  7. Dalam urusan dunia hendaknya melihat orang yang di bawahnya sebagaimana yang disebutkan dalam hadists Nabi yang shohih.
  8. Berusaha menghilangkan penyebab-penyebab yang menyedihkan hati.
  9. Berdo’a sesuai yang diajarjkan Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam.
  10. Memperkirakan kemungkinan yang terburuk yang akan menimpanya, kemudian menguatkan diri untuk siap menerimanya.
  11. Hendaknya memiliki jiwa yang optimis, tidak panik dan larut dalam bayangan buruk.
  12. Hanya bertawakkal kepada Allah dan berusaha menolak keraguan.
  13. Menolak kejelekan dengan kebaikan, atau pandai didalam bergaul.
  14. ketika menghadapi perkara yang dibenci,segera ingatlah kenikmatan yang lain,baik kenikmatan dien ataupun dunia.
  15. Perlu diketahui bahwa manusia yang mengganggumu dengan perkataan yang buruk tidaklah membahayakan dirimu, akan tetapi membahayakan mereka sendiri, kecuali kamu disibukkan seperti itu.
  16. Ketahuilah bahwa hidupmu dikendalikan oleh hati dan pikiran. Jika semua tindakan engkau kembalikan kepada kemaslahatan dien dan dunia, maka hidupmu sejahtera.
  17. Memantapkan jiwa hendaknya tidak demi mencari “terima kasih” atau imbalan dari siapapun melainkan dari Allah Ta’ala, sebagaimana dalam surat Al-Insan : 9.
  18. Mengatasi masalah saat itu juga untuk kemudian berkonsentrasi terhadap masa depan.
  19. Mendahulukan pekerjaan yang terpenting diantara yang penting.
Dinukil dari Al-Wasa’ilul Mufidah Lil Hayatis Sa’idah 9-13 ( Majalah Al-Furqon Edisi 08 Tahun Vi/Robi’ul Awwal 1428)

http://singgahsejenak.wordpress.com/2008/11/08/upaya-penyejuk-hati-dan-kebahagiaan/#more-21

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

Popular Posts