Jumat, 25 Oktober 2013


Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya :

Apakah para wali yang shalih mendengar panggilan orang-orang yang memanggilnya ?? Apa makna sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Demi Allah sesungguhnya orang yang telah meninggal dari kalian (di dalam kuburnya) mendengar bunyi langkah terompah kalian”

Mohon penjelasan..

Jawaban :

Pada dasarnya bahwa orang yang telah meninggal dunia baik yang shalih atau yang tidak shalih, mereka tidak mendengar perkataan manusia, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu ; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh Yang maha Mengetahui”. [QS. Fathir : 14]

Begitu juga firmanNya Subhanahu wa Ta’ala :

Dan kamu sekali-kali tiada sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar” [Fathir : 22]

Akan tetapi terkadang Allah memperdengarkan kepada mayit suara dari salah satu RasulNya untuk suatu hikmah tertentu, seperti Allah memperdengarkan suara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang-orang kafir yang terbunuh di perang Badar, sebagai penghinaan dan penistaan untuk mereka, dan kemuliaan untuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sampai-sampai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada para sahabatnya ketika sebagian mereka mengingkari hal tersebut.

Tidaklah kalian lebih mendengar apa yang aku katakan daripada mereka, akan tetapi mereka tidak mampu menjawab”.[Hadits Riwayat Ahmad dan ini lafalnya- (I/27 : III/104, 182, 263 dan 287), Bukhari II/101 dan Nasa-i IV/110]

Lihat pembahasan ini di kitab An-Nubuwat, kitab At-Tawassul Wa-al-Wasilah dan kitab Al-Furqan, seluruhnya karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Maka kitab-kitab tersebut cukup memadai dalam mengupas pembahasan ini.

Adapun mayat yang mendengar suara langkah orang yang mengantarnya (ketika berjalan meninggalkan kuburnya) setelah dia dikubur, maka itu adalah pendengaran khusus yang ditetapkan oleh nash (dalil), dan tidak lebih dari itu (tidak lebih dari sekedar mendengar suara terompah mereka), karena hal itu diperkecualikan dari dalil-dalil yang umum yang menunjukkan bahwa orang yang meninggal tidak bisa mendengar (suara orang yang masih hidup), sebagaimana yang telah lalu..

Shalawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya, dan sahabat-shabatnya.

[Fatawa Li Al- Lajnah Ad-Da’imah I/151-152 dari Fatwa no. 7366 Di susun oleh Syaikh Ahmad Abdurrazzak Ad-Duwaisy, Darul Asimah Riyadh. Di salin ulang dari Majalah Fatawa edisi 7/I/ 1424H]

Jadi.. Jelaslah sudah bahwa mayit tak bisa mendengar para penyerunya..

Lantas.. Bagaimana mereka yang bertawassul pada penghuni kuburan ??? Darimana keyakinan bahwa permintaan mereka akan sampai, sedangkan mayit yang dijadikan PERANTARA saja tak bisa mendengar permintaan mereka ??? Andaikan bisa mendengar pun, mereka tak bisa berbuat apa apa..

- Seandainya orang yang telah mati dapat dipanggil (diseru), maka panggillah arwah para Nabi dan semua para syuhada serta panglima-panglima perang Islam yang telah wafat untuk datang membantu menumpas orang-orang Yahudi dan Nasrani atau kaum kafirin yang lain, dan buatlah angkatan perang 'Ghaib'.

- Seandainya orang yang sudah wafat bisa membantu, maka pastilah arwah orang tua kita yang sudah meninggal akan membantu kita dalam kesulitan mereka pasti akan berusaha sekuat tenaga keluar dari alam barzakh, dan tidaklah mungkin mereka tega melihat anak cucunya menderita..

Apakah bisa ??????

Maka benarlah jika dikatakan bahwa amalan tanpa tuntunan dari Rasulullah adalah hal yang sia sia.. Sudah berletih dan susah payah namun tak ada manfaatnya, jangankan pahala, bahkan justru menyebabkan siksa dan celaka..

Ibnul Qoyyim rahimahullah (dalam al Fawaid) berkata :

Amalan tanpa mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaikan seorang musafir yang membawa bekal berisi pasir. Bekal tersebut hanya MEMBERATKAN, namun tidak membawa manfaat apa-apa..

Bagi yang masih gemar menyeru mayit/kuburan dan menjadikannya sebagai peratara permintaan, maka camkan baik-baik peringatan dari Allaah subhanahu wa ta'ala :

In tad'uuhum laayasma'uu du'aa-akum walaw sami'uu maaistajaabuu lakum wayawma lqiyaamati yakfuruuna bisyirkikum walaayunabbi-uka mitslu khabiir

" Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu ; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui " [QS. Fathir : 14]

Semoga Allah memberikan petunjuk pada kita semua..
Aamiin..
 
Sumber :
Sebuah note fb,
FP : Membedah Bid'ah

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru

Popular Posts