Senin, 16 September 2013

1. Dikisahkan bahwa 'Aisyah radhiyallahu 'anha dikirimi Mu'awiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu 'anhu uang sebanyak seratus delapan puluh ribu dirham, kemudian 'Aisyah menaruhnya di mangkok, dan membagikan uang tersebut kepada manusia. Pada sore harinya, 'Aisyah berkata kepada budak wanitanya," Antarkan makanan berbuka untukku." Budak wanita tersebut menghidangkan roti dan minyak kepada 'Aisyah. 'Aisyah berkata," Kenapa engkau tidak mengambil uang satu dirham dari uang yang aku bagi tadi untuk membeli daging untuk buka puasa?" Budak wanita tersebut berkata," Jika engkau mengingatkanku sejak tadi, aku pasti akan melakukannya."

2. Dikisahkan bahwa 'Abdullah bin 'Aamir membeli rumah di pasar Makkah seharga tujuh puluh ribu dirham dari Khalid bin 'Uqbah bin Abu Mu'aith. Pada malam harinya, Abdullah bin 'Aamir mendengar tangisan keluarga Khalid bin 'Uqbah bin Abu Mu'aith. Abdullah bin 'Aamir bertanya kenapa keluarga Khalid bin Uqbah menangis, kemudian dijelaskan kepadanya bahwa keluarga Khalid bin 'Uqbah menangisi rumahnya. Abdullah bin 'Aamir berkata kepada budaknya," Pergilah kepada keluarga Khalid, dan katakan kepada mereka bahwa uang dan rumah menjadi milik mereka.

3. Dikisahkan bahwa ketika Imam Syafi'i rahimahullah menderita sakit yang menyebabkannya meninggal dunia, ia berpesan agar ia dimandikan oleh seseorang. Ketika ia telah meninggal dunia, orang-orang memanggil orang yang diwasiatkan untuk memandikannya. Ketika orang tersebut telah datang, ia berkata," Berikan buku agenda Imam Syafi'i kepadaku." Agenda tersebut pun diberikan kepada orang tersebut, dan ternyata di dalamnya terdapat data bahwa Imam Syafi'i rahimahullah mempunyai hutang sejumlah tujuh puluh ribu dirham, kemudian orang tersebut membayar hutang-hutang Imam Syafi'i. Ia berkata, " Inilah bentuk pemandianku terhadap Imam Syafi'i." Setelah itu, ia pulang ke rumahnya.

4. Dikisahkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah bersiap-siap untuk memerangi orang-orang Romawi, dan kaum Muslimin ketika itu berada dalam kesulitan yang luar biasa hingga pasukan beliau dinamakan "PASUKAN YANG KESULITAN." Pada perang tersebut, Shahabat Utsman bin Affan bersedekah dengan uang sepuluh ribu dinar, tiga ratus unta lengkap dengan alas pelananya, dan lima puluh kuda. Jadi ia menanggung separoh perbekalan pasukan.

Subhanallah, Semoga kita diberi taufiq untuk meneladani kedermawanan mereka.
Allahumma Aamiin.

Reference :
Kitab Minhajul Muslim, hal 136-137,
Syaikh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts