Senin, 05 Agustus 2013

Oleh DR Muhammad Arifin Badri, MA hafidzhahullah
Sobat! 
Betapa sering kita mendengar hadits bahwa 'Para Ulama' adalah pewaris para nabi. ( HR Abu Dawud dll )

Begitu mulia para ulama', karena mereka adalah manusia - manusia pilihan Allah untuk meneruskan tugas para nabi dalam mengemban tugas memikul agama Allah.

Dan sudah barang tentu para ulama' mendapat karunia kecerdasan dan kejernihan jiwa. Dengannya Allah menjadikan mereka mampu memandang setiap masalah jauh ke depan dan menyelaminya hingga jauh ke dalam, dan bebas dari pengaruh perasaan atau hawa nafsu. 
Berikut salah satu contoh kecerdasan ulama'.

Imam Abu Zur'ah, berkata dan perkataan beliau ini mencerminkan akan kecerdasannya yang luar biasa. 
إذا رأيت الرجل ينتقص أحدًا من أصحاب رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فاعلم
أنه زنديق، وذلك أن الرسول - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - حق والقرآن حق، وإنما أدى إلينا هذا القرآن والسنن أصحاب رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -، وإنما يريدون أن يجرحوا شهودنا ليبطلوا الكتاب والسنة، والجرح بهم أولى وهم زنادقة  
Bila engkau mendapatkan seseorang mencela seorang sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam maka ketahuilah bahwa sejatinya ia adalah orang zindik ( MUNAFIK; menyembunyikan kekafiran dan mengesankan sebagai orang islam).

Yang demikian itu, karena kita semua beriman bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah benar, dan Al Qur'an juga benar.

Sebagaimana kita juga menyadari bahwa yang menyampaikan Al Qur'an dan sunnah-sunnah Rasul kepada kita adalah para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Dengan demikian, bila ada orang yang mencela para sahabat, berarti mereka ingin menggugurkan para saksi hidup yang mengajarkan keduanya kepada kita, agar pada saatnya nanti mereka dapat dengan sesuka hatinya menolak Al Qur'an dan Assunnah. Karena itu orang-orang yang berani mencela para shahabat lebih pantas untuk dicela, karena sejatinya mereka adalah orang- orang zindik ( munafiq). 
( Al Kifayah fii 'ilmi ar riwayah oleh al khatib al baghdady, hal 49).
 https://www.facebook.com/muhammadarifin.badri

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts