Sabtu, 20 Juli 2013

Jika Membaca Al Ikhlas Menyamai 1/3 Qur'an, Lantas Apakah Tidak Perlu Membaca Qur'an lagi ?
 Sesungguhnya karunia Allah sangat luas. Dia telah memberi banyak karunia kepada ummat ini. Dia mengganti pendeknya usia dengan tambahan pahala atas amalan yang sedikit. Yang mengherankan, hal itu menjadikan sebagian manusia bukan malah lebih bersemangat untuk menambah kebaikan tetapi semakin membuatnya malas untuk beribadah, atau malah merasa heran dan mengingkari adanya karunia dan pahala yang besar ini.

Telah hadir hadits shahih dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam yang menunjukkan bahwa surat al-Ikhlash [قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ] setara dengan sepertiga al - Qur'an. Diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari (6643) dari Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu, bahwa ada seseorang mendengar orang lain membaca [قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ], dia mengulang-ulanginya, maka di pagi harinya dia mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam lalu menceritakannya, seolah-olah orang ini menganggapnya sedikit. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah yang jiwaku ada ditangan-Nya, sesungguhnya ia menyamai sepertiga al-Qur'an."

Imam Muslim meriwayatkan (811) dari Abu Darda' dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Apakah salah seorang kamu tidak mampu membaca sepertiga al-Qur'an dalam satu malam? Mereka bertanya: "Bagaimanakah ia membaca sepertiga al-Qur'an? Beliau bersabda: [قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ] menyamai sepertiga al-Qur'an."

Imam Muslim juga meriwayatkan (812) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Berkumpullah, aku akan membacakan pada kalian sepertiga al-Qur'an." Maka berkumpullah orang-orang yang berkumpul, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam keluar lalu membaca [قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ], kemudian beliau masuk. Maka sebagian kita berkata kepada sebagian yang lain: "Saya mengira ini adalah wahyu datang dari langit. Maka itulah yang membuat beliau masuk rumah, kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam keluar lagi, lalu bersabda: "Saya tadi mengatakan kepada kalian bahwa saya akan membacakan pada kalian sepertiga al-Qur'an, ingatlah sesungguhnya ia menyamai sepertiga al-Qur'an."


Makna hadits ini.
Sesungguhnya ada dua hal yang berbeda yaitu jaza' dan ijza'. Dan yang membuat kita bingung adalah karena tidak membedakan antara keduanya.

Jaza' adalah balasan atau pahala yang diberikan oleh Allah atas sebuah ketaatan.
Sedangkan ijza' adalah jika sesuatu itu telah menutupi atau mencukupi sesuatu yang lain.


Maka membaca [قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ]memiliki jaza' (balasan) bacaan sepertiga al-Qur'an. Bukan maksudnya ia telah mencukupi bacaan sepertiga al-Qur'an.

Maka barangsiapa misalnya bernadzar untuk membaca sepertiga al-Qur'an, tidak cukup baginya bila hanya membaca [قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ], karena ia menyamai sepertiga al-Qur'an dalam jaza' bukan dalam ijza'.

Kasus yang sama dalam syariat ini adalah apa yang Allah berikan kepada orang shalat sekali di Masjidil Harom, yaitu ia diberi pahala seratus ribu shalat, apa ada orang yang memahami bahwa maksudnya kita tidak perlu lagi shalat berpuluh-puluh tahun karena telah cukup dengan shalat sekali di Masjidil Harom yang manyamai seratus ribu shalat itu?! Tidak. Ini hanya sama dalam jaza' bukan dalam ijza'.


Begitulah, tidak seorang ulama pun yang mengatakan bahwa kita telah cukup membaca [قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ] dan tidak perlu lagi membaca sepertiga dari al-Qur'an. Yang demikian itu karena pendapat yang benar dari para ahli ilmu adalah surat ini memiliki keutamaan sangat hebat, karena al-Qur'an itu diturunkan atas tiga bagian kandungan; sepertiganya hukum, sepertiganya janji dan ancaman dan sepertiganya lagi adalah asma dan sifat.

Sedangkan surat ini telah merangkum asma dan sifat. Ini adalah pendapat Abul Abbas Ibn Suraij dan didukung serta diapresiasi oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam al-Majmu' (17/103).
Seorang muslim tidak dapat lepas dari dua hal yang lain yaitu hukum dan janji serta ancaman. Dia tidak akan mampu mengetahuinya kecuali dengan memperhatikan seluruh al-Qur'an dengan seksama. Dan tidak mungkin orang yang berdiri dihadapan surat al-Shomad (al-Ikhlash) saja dapat memahami dua hal ini.

***
https://www.facebook.com/note.php?note_id=412833629650&id=203164362857

0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts