Kamis, 25 April 2013

diringkas dari http://al-atsariyyah.com
Tanya :
Bismillah…Apakah surga dan neraka sudah ada penghuninya?

Jawab :
Masalah ini memang ada perbedaan pendapat di kalangan ahlussunnah, ada yang menetapkan, ada yang menafikan, dan ada juga yang tidak senang menyinggung masalah ini.
Adapun dalil yang menjadi hujjah bagi yang menetapkan adanya  penghuni Syurga saat ini adalah riwayat dari ‘Imran bin Husain dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda,

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ

“Aku mendatangi, surga maka kulihat kebanyakan penduduknya adalah para faqir dan aku mendatangi neraka maka aku lihat kebanyakan penduduknya para wanita”. (HR. Al Bukhari no. 3002 dan Muslim no. 4920 dari Ibnu Abbas)
 
Hadits ini diberikan judul bab oleh Imam Al Bukhari: Bab keterangan tentang sifat Syurga dan bahwasanya dia telah tercipta. Maka ini menunjukkan bahwa Al Bukhari memahami kalau apa yang dilihat oleh Nabi   'alaihishshalaatu wassalaam  adalah kejadian ketika itu, bukan kejadian yang akan datang setelah hari kiamat atau sekedar penggambaran semata. Demikian pula Imam Ahmad berdalil dengan hadits semacam ini untuk menunjukkan bahwa surga dan neraka sudah ada sekarang, sebagaimana yang beliau sebutkan dalam Ushul As Sunnah.

Juga di antara dalil yang menguatkan hal ini adalah bahwa roh para Syuhada sudah berada di dalam surga dan juga Nabi  'alaihishshalaatu wassalaam  pernah melihat Amr bin Luhai  orang yang pertama kali memasukkan penyembahan berhala ke Jazirah Arab  sedang menyeret ususnya di Neraka. (HR. Al Bukhari no. 1136 dan Muslim no. 5096)

Dan dalam Shahih Al Bukhari no. 4826 dan Muslim no. 4408 bahwa beliau bertanya tentang pemilik istana di dalam surga, maka ada seorang wanita  dalam riwayat Muslim: Ada sekelompok orang  yang menjawab bahwa itu miliknya Umar. Maka ini juga menunjukkan Surga sudah dihuni.

Jika ada yang mengatakan: Bukankah manusia nanti akan masuk surga dan neraka setelah melewati hisab dan sirath, sementara hisab dan shirath hanya ada setelah hari kiamat?
Maka kami katakan: Wallahu a’lam, ini termasuk perkara ghaib yang kita tidak punya ilmu padanya. Kami menetapkan apa yang ditetapkan oleh syariat dan menafikan apa yang dinafikan oleh syariat.
Wallahul muwaffiq.

Allahu a’lam bish shawab.



0 komentar:

Posting Komentar

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts