Jumat, 26 Oktober 2012

Apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang masuk masjid lalu mendapati seseorang yang tengah shalat sirriah, dimana dia tidak mengetahui apakah orang itu sedang shalat sunnah atau shalat wajib? Dan apa yang dilakukan oleh sang imam mengenai orang ini yang bermakmum kepadanya ketika dia sedang shalat; Apakah dia perlu memberikan isyarat kepada orang itu agar dia ikut shalat di belakangnya jika itu adalah shalat wajib, atau menyuruhnya menjauh (tidak ikut) jika shalat yang sedang dia kerjakan adalah shalat sunnah?
Jawab:
Pendapat yang paling benar dalam hal ini adalah tidak mengapa imam dan makmum itu berbeda niatnya. Boleh bagi seseorang yang mengerjakan shalat wajib untuk shalat di belakang (baca: bermakmum) kepada orang yang mengerjakan shalat sunnah. Sebagaimana hal itu telah dilakukan oleh Muadz bin Jabal pada zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam. Karena Muadz pernah shalat isya bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam, kemudian dia pulang ke kaumnya lalu mengimami mereka shalat isya, sehingga shalat isya ini terhitung shalat sunnah baginya dan terhitung shalat wajib bagi kaumnya.
Jika ada seseorang yang masuk masjid sementara kamu sedang mengerjakan shalat wajib atau shalat sunnah, lalu orang tersebut berdiri bersamamu (baca: bermakmum kepadamu) sehingga kalian berdua membentuk shalat jamaah, maka itu tidak mengapa. Kamu tidak perlu berisyarat kepadanya agar dia tidak ikut bermakmum, bahkan dia boleh bermakmum kepadamu dan ikut mengerjakan shalat yang dia dapati dari shalatmu. Dan setelah kamu selesai, dia hendaknya berdiri lalu mengqadha` rakaat yang tertinggal, baik shalat yang kamu kerjakan itu adalah shalat wajib maupun shalat sunnah.
(Lihat Fatawa Ash-Shalah hal. 66-67, Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin)

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip

Radio Dakwah

Kunjungan

Artikel Terbaru

Popular Posts